Jakarta: mediaharianexposegelobal.com Perusahaan energi asal Arab Saudi, ACWA Power mengucurkan investasi untuk proyek energi baru terbarukan (EBT) di Indonesia. Dalam hal ini, pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terapung di waduk Saguling, Jawa Barat.
Dalam proyek PLTS terapung Saguling ini, ACWA Power menggelontorkan dana sebesar USD70 juta atau sekitar Rp1,15 triliun. Proyek akan dikerjakan oleh PT Indo Acwa Tenaga Saguling, perusahaan patungan (join venture) antara PLN dan ACWA Power.
Presiden Direktur PT Indo Acwa Tenaga Saguling, Rudolf Rinaldo Aritonang mengatakan, investasi ini merupakan tahap awal. Ke depan, ACWA Power akan bekerja sama dengan PLN untuk proyek-proyek yang lebih besar.
“Untuk (investasi) ACWA Power skalanya baru permulaan saja, sekitar USD70 juta. Proyek ini akan dimulai secepatnya, karena (PLTS) ini harus beroperasi sebelum Juni 2026,” kata Rudolf, usai penandatanganan ‘Power Purchase Agreement’ di kantor PLN Pusat, Jakarta, Selasa (13/8/2024)Menurut Rudolf, proyek PLTS terapung merupakan solusi yang sangat baik untuk energi terbarukan di Indonesia. Terutama, di daerah dengan kepadatan penduduk yang tinggi karena menghemat penggunaan lahan.
“Kami sangat antusias untuk berkontribusi pada target Indonesia dalam meningkatkan kapasitas energi terbarukan. Sekaligus, mengurangi emisi karbon,” ujarnya.
Sementara, Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo menjelaskan, kerja sama dengan Arab Saudi melalui ACWA Power. Ini merupakan langkah PLN untuk merespons pemanasan global yang semakin kritis.
“Pemanasan global semakin kritis. Ini tantangan yang membutuhkan peluang yang luar biasa untuk ekspansi, investasi dan kolaborasi,” kata dia.
PLTS terapung Saguling akan menggunakan 1,69 persen total luas permukaan waduk Saguling, dengan kapasitas hingga 92 MWp. Nantinya, energi listrik yang dihasilkan akan dialirkan melalui interkoneksi 150 kV ke sistem kelistrikan Jawa, Madura, dan Bali.