Kategori: Tulang Bawang Barat

  • Pengumuman Penting: Larangan Penyebaran Berita Hoax Pilkada 2024

    MEG, Tubaba:Sabtu (12/10/2024) – Kepada seluruh masyarakat Tubaba, kami ingin mengingatkan bahwa penyebaran berita hoax terkait Pilkada 2024 adalah tindakan yang sangat merugikan. Berita dan Informasi palsu dapat memicu konflik, dan merusak proses demokrasi yang kita junjung.

    Kami menghimbau agar setiap individu lebih berhati-hati dalam menerima dan membagikan informasi. Silakan cek keaslian berita dan informasi melalui sumber resmi dan terpercaya sebelum membagikannya.Membagikan informasi hoax, termasuk mengunggah kembali (reposting) atau meneruskannya (forward) termasuk pelanggaran atas undang-undang tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

    Mari kita bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban dalam menyambut Pilkada 2024 yang transparan dan berintegritas.

  • M. Rasidi Hadiri Sosialisasi Peningkatan Kualitas Pelayanan Administrasi Kependudukan Melalui Kerja Kolaborasi

    MEG, Tubaba:Penjabat Bupati Tulang Bawang Barat Drs. M. Firsada, M.Si., diwakili Asisten III Bidang Administrasi Umum Tubaba, M. Rasidi, S.H., M.H., menghadiri Sosialisasi peningkatan kualitas pelayanan administrasi kependudukan melalui kerja Kolaborasi, Bertempat dikantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan sipil Tubaba.

    Kepala Dinas Kependudukan Dan Pencatatan Sipil Tubaba Mansyur SE. MM., dalam laporan nya menyampaikan, Sesuai dengan Undang-undang Nomor 24 tahun 2013 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi KependudukanUntuk melaksanakan kewenangan tersebut, maka Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil melaksanakan kegiatan Sosialisasi dengan tema Peningkatan Kualitas Pelayanan Administrasi Kependudukan melalui kerja kolaborasi.

    Dengan memperhatikan perkembangan penduduk yang befluktuasi secara dinamis melalui Kelahiran, Perkawinan, Kematian, Pindah dan Datang Penduduk, yang berimplikasi tehadap kebijakan Pemerintah, baik pusat maupun daerah”. Terang Mansyur, Kamis (10/10/2024)Sementara ditempat yang sama, Sambutan Penjabat Bupati Tulang Bawang Barat yang disampaikan Asisten Bidang Administrasi Umum M. Rasidi, SH.,MH mengatakan, Administrasi Kependudukan merupakan sebuah sistem yang penting dalam pemerintahan suatu negara.

    Selain mencatat semua hal terkait data informasi mengenai kependudukan, administrasi kependudukan perlu dikelola dan diperbaharui secara teratur.”Data dan informasi yang valid mengenai kependudukan dipergunakan untuk hal hal penting dan krusial, seperti pembuatan kertu identitas, pemilihan umum, pelayanan publik, perencanaan pembangunan dan lain sebagainya nya”. Ucap M. Rasidi
    Dalam era kemajuan teknologi informasi seperti sekarang, administrasi kependudukan juga mengalami transformasiProses digitalisasi dan pembangunan sistem digitalisasi dan penggunaan sistem komputerisasi menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam administrasi kependudukan modern, sehingga memungkinkan memproses data yang lebih cepat, akurat dan efisien
    Melalui kolaborasi dan sosialisasi ini, diharapkan dapat meningkat kan kesadaran dan pemahaman kita semua tentang penting nya administrasi kependudukan.

    Mari kita aktif berpartisipasi dalam melaporkan perubahan status kependudukan, mendukung penggunaan teknologi informasi kependudukan yng baik untuk membangun negara yang maju sejahtera khusus nya bumi ragem Sai Mangi waway.

  • Buka Rakor TKPK, Bayana Sebut Angka Kemiskinan Di Tubaba Menurun

    MEG, Tubaba:Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) Dra. Bayana, M.Si., membuka Rakor Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK). Di Ruang Rapat Bupati, Rabu (09/10/2024).

    Dalam sambutannya, Dra. Bayana menerangkan bahwa berdasarkan data BPS Tahun 2021-2024, angka Kemiskinan di Kabupaten Tubaba mengalami penurunan setiap tahunnya dan dibawah angka Kemiskinan Provinsi Lampung.

    Pada tahun 2021, angka Kemiskinan Kabupaten Tubaba sebesar 8,32% menurun menjadi 7,44% di tahun 2022, kemudian pada tahun 2023 menurun menjadi sebesar 7,25% dan pada tahun 2024 turun menjadi sebesar 7,22%, sedangkan Capaian angka Kemiskinan Ekstrem Kabupaten Tubaba tahun 2023 sebesar 0,69% menurun dari tahun 2022 yang mencapai sebesar 0,91%.
    Namun angka tersebut diatas target Nasional yang ditetapkan sebesar 0% di tahun 2024.
    Sementara itu, berdasarkan data P3KE (Pensasaran Percepatan Penanggulangan Kemiskinan Ekstrem) Desil 1 tahun 2024 yang bersumber dari Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, dari 9 kecamatan di Kabupaten Tubaba, 3 kecamatan
    menyumbang angka kemiskinan ekstrem terbesar. Pertama di Kecamatan Tulang Bawang Tengah dengan persentase penduduk yang masuk kategori miskin ekstrem sebesar 24,80% atau sebanyak 1152 jiwa. Lalu di Kecamatan TulangBawang Udik sebesar 13,61% atau sebanyak 732 jiwa, serta Kecamatan Pagar Dewa sebesar 13,61% atau sebanyak 635 jiwa.
    “Dalam upaya penanggulangan kemiskinan, kita dapat melakukan melalui 3 (tiga) strategi
    kebijakan percepatan kemiskinan, yaitu pengurangan beban pengeluaran masyarakat,
    Peningkatan pendapatan, serta penurunan jumlah kantong-kantong kemiskinan,” ujar Bayana.

    Adapun langkah-langkah strategis untuk memastikan target pengentasan Kemiskinan dapat tercapai sesuai Inpres 4 Tahun 2022 yang diantaranya:
    1. Perbaikan sasaran penerima program dengan penyelarasan peraturan perundangan
    perlindungan sosial dan tata kelola data untuk penentuan target penerima manfaat.Bawang Udik sebesar 13,61% atau sebanyak 732 jiwa, serta Kecamatan Pagar Dewa sebesar 13,61% atau sebanyak 635 jiwa.
    “Dalam upaya penanggulangan kemiskinan, kita dapat melakukan melalui 3 (tiga) strategi
    kebijakan percepatan kemiskinan, yaitu pengurangan beban pengeluaran masyarakat,
    Peningkatan pendapatan, serta penurunan jumlah kantong-kantong kemiskinan,” ujar Bayana.

    Adapun langkah-langkah strategis untuk memastikan target pengentasan Kemiskinan dapat tercapai sesuai Inpres 4 Tahun 2022 yang diantaranya:
    1. Perbaikan sasaran penerima program dengan penyelarasan peraturan perundangan
    perlindungan sosial dan tata kelola data untuk penentuan target penerima manfaat.Bawang Udik sebesar 13,61% atau sebanyak 732 jiwa, serta Kecamatan Pagar Dewa sebesar 13,61% atau sebanyak 635 jiwa.
    “Dalam upaya penanggulangan kemiskinan, kita dapat melakukan melalui 3 (tiga) strategi
    kebijakan percepatan kemiskinan, yaitu pengurangan beban pengeluaran masyarakat,
    Peningkatan pendapatan, serta penurunan jumlah kantong-kantong kemiskinan,” ujar Bayana.
    Adapun langkah-langkah strategis untuk memastikan target pengentasan Kemiskinan dapat tercapai sesuai Inpres 4 Tahun 2022 yang diantaranya:
    1. Perbaikan sasaran penerima program dengan penyelarasan peraturan perundangan
    perlindungan sosial dan tata kelola data untuk penentuan target penerima manfaat.
    2. Konvergensi program perlindungan sosial dan pemberdayaan.
    3. Peningkatan kualitas implemantasi program dengan memastikan penyaluran dan
    pelaksanaan bantuan tepat jumlah, waktu dan tepat sasaran.
    4. Fokus upaya percepatan penurunan kemiskinan pada wilayah-wilayah dengan tingkat
    dan jumlah kemiskinan yang tinggi.
    5. Prioritas alokasi anggaran untuk percepatan penurunan kemiskinan pada wilayah
    pedesaan.Dalam menjalankan upaya penanggulangan kemiskinan di Kabupaten Tubaba,
    Pemerintah Kabupaten Tubaba membentuk Tim TKPK. Tugas utama dari TKPK ada pada perumusan kebijakan, perencanaan,
    dan pemantauan pelaksanaan penanggulangan kemiskinan mulai dari tingkat Pemerintah
    Kabupaten hingga pemerintah tiyuh atau desa.
    “Saya berharap, dalam upaya kita menanggulangi kemiskinan, kita tidak hanya tergantung pada sumber daya anggaran yang besar akan tetapi dibutuhkan sinergitas sasaran kinerja lintas sektor perangkat daerah melalui kolaborasi antar pemangku kepentingan. Sehingga semua langkah dan program intervensi baik yang melalui program kegiatan perangkat daerah di lingkup Pemerintah Kabupaten Tubaba serta berbagai pihak terkait, dapat berjalan efektif, efisien dan tepat sasaran sesuai dengan skala prioritas serta target yang ditetapkan secara siginifikan,” pungkasnya.

  • Buka Sosialiasi JKN dan Srikandi BPJS, Bayana Ingin Seluruh Masyarakat Tubaba Dapat Jaminan Kesehatan

    MEG, Tubaba:Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) Dra. Bayana, M.Si., membuka kegiatan Sosialisasi Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan Program Sinergi Srikandi BPJS Kesehatan.

    Melalui Pemerintah Daerah dengan Pihak Ketiga (BUMTI/ BUMTI Bersama). Di Ruang Rapat Bupati, Selasa (08/10/2024).

    Menurut Dra. Bayana, inti tujuan kegiatan tersebut guna mengandeng Direktur BUMTI/ BUMTI Bersama agar ikut aktif meningkatkan kepesertaan masyarakat yang ada ditiyuh masing-masing agar semuanya tercover dalam Program BPJS.

    “Kegiatan ini adalah merupakan inovasi yang merekrut dan mereaktivasi peserta JKN melalui sinergi antara Pemerintah Daerah Kabupaten Tubaba dan BUMTI/ BUMTI Bersama.

    Wujud dari Program Srikandi ini untuk memastikan seluruh masyarakat dapat terdaftar dalam Program JKN,” ujar Dra. Bayana.

    Cakupan peserta BPJS Kesehatan diperlukan Inovasi berkelanjutan dalam merekrut peserta. Salah satu inovasi tersebut adalah Program Srikandi melalui Pemerintah Daerah Tubaba dengan Pihak Ketiga.

    Jumlah masyarakat Kabupaten Tubaba berdasarkan data penduduk terakhir yaitu 310.637 jiwa. Sedangkan yang sudah terdaftar kepesertaan BPJS baru mencapai 267.852 jiwa atau 86,23 persen.

    Jadi ada sisa 42.785 jiwa yang belum terdaftar, yang tersebar di seluruh tiyuh yang ada di Kabupaten Tubaba.”Harapan kita tentunya, bagaimana seluruh masyarakat yang ada diseluruh tiyuh yang ada di Kabupaten Tubaba tercover untuk kesehatannya. Maka seluruh upaya kita kerahkan, termasuk mengajak para Direktur Bumti untuk menyisir kembali masyarakat yang belum tercover.

    Bagaimana upaya yang kita tempuh baik dicover melalui dana APBN, APBD ataupun Mandiri, karena salah satu tugas Pemerintah Daerah adalah menjamin kesehatan warga masyarakatnya. Diharapkan para Direktur BUMTI/ BUMTI Bersama mengambil bagian untuk membantu mensosialisasikan dan mengajak serta warga masyarakatnya untuk terlibat atau masuk dalam kepesertaan BPJS Kesehatan,” pungkasnya.

    Disela kegiatan tersebut juga dilaksanakan Penandatanganan MoU antara Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Kantor Cabang Metro dengan Pemerintah Kabupaten Tubaba tentang Pelaksanaan Program BPJS Online di Kabupaten Tubaba.Tampak hadir Kepala Dinas PMD Tubaba Sopyan Nur, kepala BPJS Kantor Cabang Metro, Kepala BPJS Cabang Tubaba, seluruh Direktur BUMTI/ BUMTI Bersama se- Kabupaten Tubaba.

  • Menyikapi informasi Hoax, Firsada Ajak Masyarakat Jaga Kondusivitas Pilkada 2024

    MEG, Tubaba:Senin (7/10/2024) – Dalam beberapa hari terakhir, media sosial ramai dengan isu hoax yang meng-atas-namakan Penjabat (Pj) Bupati Tulangbawang Barat (Tubaba)
    Drs. M. Firsada, M.Si., terkait ajakannya untuk memilih kotak kosong dalam Pilkada 2024 di Kabupaten setempat.

    Menanggapi isu hoax tersebut, Pj Bupati Firsada menyampaikan bahwa Kabar ini berpotensi memicu keresahan dan kebingungan di kalangan masyarakat Tubaba, sehingga perlu segera ditanggapi dengan tegas.

    “Kami mengingatkan seluruh masyarakat untuk menjaga kondusivitas Pilkada. Dalam momen penting ini, integritas proses pemilihan harus diutamakan, dan informasi yang beredar haruslah berdasarkan fakta, bukan dengan menebar isu yang tidak benar.

    Dis-informasi seperti ini dapat mengganggu stabilitas dan kerukunan di tengah masyarakat,” tegasnya.

    Firsada mengajak masyarakat agar melawan hoax dan informasi yang menyesatkan dengan fakta dan kebenaran.

    “Mari kita jadikan Pilkada ini sebagai ruang untuk menunjukkan kedewasaan berpolitik, dengan menjunjung tinggi etika dan hukum yang ada,” ajak Firsada.

    Ia juga menghimbau agar masyarakat harus bersatu dalam menjaga keamanan dan kenyamanan lingkungan menjelang Pilkada serentak 2024. “Sampaikanlah pendapat dengan bertanggung jawab dan berlandaskan pada fakta demi masa depan yang lebih baik bagi daerah kita,” tutupnya.

  • Kadis Kominfo Tubaba : Kebebasan & kemerdekaan Berpendapat Semestinya Menjunjung Etika & Hukum

    MEG, Tubaba:Senin (07/10/2024) – Jelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2024, masyarakat Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) diingatkan untuk menjaga kondusivitas dan menciptakan lingkungan yang aman serta nyaman bagi semua pihak.

    Kepala Dinas Komunikasi dan Informasika (Kadis Kominfo) Tubaba, Eri Budi Santoso, menyampaikan, Kebebasan berpendapat adalah hak demokratis masyatakat, namun hak tersebut harus dijalankan dengan mematuhi etika dan hukum yang berlaku.

    Menurutnya, meningkatnya dinamika politik menjelang Pilkada sering kali disertai dengan peredaran informasi yang tidak akurat, termasuk isu-isu hoax yang meng-atas-namakan Pj Bupati Tubaba.

    Praktik ini tidak hanya merugikan, tetapi juga dapat menciptakan suasana ketegangan di masyarakat.

    “Disinformasi yang menyebar hanya akan memperburuk suasana dan merusak kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah dan pemangku kepentingan,” ujarnya.Ebe, sapaan akrab Kadis Kominfo Tubaba, juga menerangkan bahwa penyebaran Informasi dan transaksi elektronik diatur berdasarkan Undang-Undang (UU) ITE Nomor 1 Tahun 2024, perubahan kedua atas Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008, yakni, pasal 28, ada 45A.

    “Aturan dalam UU ITE yang berlaku, setiap orang yang sengaja menyebarluaskan informasi elektronik, dokumen elektronik atau memproduksinya yang berisi berita bohong atau menyesatkan dapat dipidana selama enam tahun atau denda satu miliar rupiah,” singkat Ebe.Karenanya, mari kita bersama-sama berkomitmen untuk menolak hoax dan informasi tidak valid.

    “Mari jadikan Pilkada 2024 sebagai momentum untuk memperkuat persatuan dan kesatuan masyarakat, demi terciptanya keamanan guna meraih masa depan yang kita harapkan,” pungkasnya.

  • Firsada Ajak Masyarakat Jaga Kerukunan Jelang Pilkada Serentak 2024

    MEG, Tubaba:Kamis (03/10/2024) – Penjabat (Pj) Bupati Tulangbawang Barat (Tubaba), Drs. M. Firsada, mengajak masyarakat menjaga kondusivitas dan menciptakan kerukunan antar warga menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2024.

    Firsada menekankan pentingnya semangat persatuan di tengah perbedaan yang mungkin muncul selama proses demokrasi ini.

    “Saya mengajak seluruh masyarakat Tulangbawang Barat untuk tetap bersatu dan menjaga kerukunan. Mari kita jaga silaturahmi di antara kita, meski berbeda pilihan politik,” ujar Pj Bupati Firsada. Ia menambahkan, kerukunan antar warga adalah salah satu kunci dalam menciptakan suasana yang damai dan kondusif, baik selama Pilkada maupun setelahnya.

    Firsada juga mengingatkan, bahwa dinamika politik yang terjadi menjelang Pilkada dapat menimbulkan potensi konflik. Oleh karena itu, ia mengajak semua elemen masyarakat, baik dari kalangan pemuda, tokoh agama, maupun tokoh adat untuk berperan aktif dalam melakukan sosialisasi. “Mari kita edukasi masyarakat tentang pentingnya memilih dengan cerdas dan respati satu sama lain,” katanya.Lebih lanjut, Firsada menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Tubaba akan memastikan keamanan dan ketertiban selama masa kampanye dan pemungutan suara. “Kami akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan TNI untuk menjaga situasi tetap aman dan kondusif,” tambahnya.

    Dalam kesempatan itu, Firsada mengharapkan para calon pemimpin yang akan bertarung dalam Pilkada untuk menjalankan kampanye secara etis dan menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi. “Melalui pilkada yang bersih dan berkualitas, kita akan dapat memilih pemimpin terbaik untuk Tulangbawang Barat dan Lampung,” ujarnya.

    Dia juga mengajak semua masyarakat untuk aktif berpartisipasi, tidak hanya dalam memberikan suara, tetapi juga dalam menjaga keharmonisan dan stabilitas daerah.

    “Dengan kerjasama kita, saya yakin Kabupaten Tulangbawang Barat akan mampu menghadapi Pilkada 2024 dengan penuh kedamaian dan integritas,” tutupnya.

  • Digelar Bapperida Tubaba, 17 OPD Ikuti Sosialisasi dan Pendampingan Penanggulangan Kemiskinan

    MEG,Pemkab Tulangbawang Barat (Tubaba) melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bapperida) menggelar Sosialisasi dan Pendampingan Pelaporan Upaya Penanggulangan Kemiskinan yang dihadiri oleh 17 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkab setempat.
    Sosialisasi tersebut berlangsung di Ruang Rapat Kantor Bapperida Tubaba pada Kamis, (03/10/2024).Kepala Bapperida Tubaba, Yudi, mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat kolaborasi antarinstansi dalam penanggulangan kemiskinan di wilayah Kabupaten Tubaba.
    Ia menekankan pentingnya keterlibatan semua OPD dalam penanganan kemiskinan ekstrem.
    “Salah satu kunci keberhasilan dalam penanggulangan kemiskinan adalah kerjasama lintas sektor. Kehadiran 17 OPD hari ini menunjukkan komitmen kita semua untuk bersinergi dalam mereduksi angka kemiskinan di daerah ini,” ujar Yudi.Ia menjelaskan, sosialisasi ini dilatar belakangi dari adanya pemetaan program kegiatan dan sub-kegiatan berdasarkan peraturan kementerian keuangan tentang pemetaan program 043, kemudian Surat Kementerian Dalam Negeri nomor 400 tentang program kegiatan dan sub-kegiatan kemiskinan ekstrem.
    Dari hal itu, sambung Yudi, kami mencoba mengidentifikasi, kemudian menuangkannya kedalam SK Bupati Tubaba Nomor : B/184/III.02/HK/TUBABA/2024, tentang tim koordinasi penanggulangan kemiskinan.
    “Dilanjutkan SK proses bisnis TKPK keputusan Bupati Tubaba Nomor:B/195/III .02/HK/ TUBABA/2024, tentang program penanggulangan kemiskinan. Yang terakhir SK pemetaan program kegiatan sub dengan Nomor: B/194/III.02/HK/TUBABA/2024, tentang pemetaan program sub kegiatan penanggulangan kemiskinan extreme,” sebutnya.

    Yudi mengungkapkan, pada sosialisasi tersebut pihaknya juga menyampaikan tentang teknis pelaporan program. Lalu, bagaimana cara penanggulangan kemiskinan yang dilakukan oleh perangkat daerah untuk disampaikan secara triwulan ke bupati melalui Bapperida Kabupaten Tubaba. Serta, untuk dilaporkan ke Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan.“Kita utamakan mensosialisasikan ke perangkat daerah, karena mereka dalam kegiatan ini adalah sasaran kinerja utama. Dalam program kegiatan di perangkat daerah juga mencakup sasaran strategis penanggulangan kemiskinan ekstrem” terang Kepala Bapperida Tubaba.
    Dikesempatan itu, Yudi juga mengungkapkan, bahwa Bapperida akan memberikan dukungan teknis bagi setiap OPD dalam proses pelaporan ini.

    “Kami ingin menyiapkan sistem yang memudahkan setiap instansi dalam melakukan pelaporan. Dengan fasilitas yang memadai, kita harapkan semua program bisa dievaluasi dengan baik,” tambahnya.Dengan diadakannya sosialisasi ini, diharapkan setiap OPD dapat lebih memahami tanggung jawab dan peran penting mereka dalam upaya penanggulangan kemiskinan di Kabupaten Tubaba.
    “Saya berharap perangkat daerah yang ikut bersinergi, berkolaborasi dalam upaya penanggulangan kemiskinan, dapat fokus pada program kegiatan perangkat daerah terhadap lokus-lokus daerah yang memiliki penduduk miskin yang paling banyak” tutupnya.
    Adapun sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang ikut dalam penanggulangan kemiskinan ini adalah, Disdikbud, Dinas PUPR, Dinas Kesehatan, Dinas Perkimta, Dinas BPBD, Dinas Sosial, Disnakertrans, Dinas PPPA, Disperindag, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Pertanian, Dinas Peternakan, Dinas Perikanan, Dishub, Dinas PPKB, DPMT, Disdukcapil dan Kecamatan.(ADV)

  • Firsada Ajak Semua Pihak Hindari Politisasi Identitas dalam Pilkada Serentak 2024

    MEG,Tubaba.-Dalam rangka menyongsong Pelaksanaan Pilkada Serentak 2024, Penjabat (Pj) Bupati Tulangbawang Barat (Tubaba), Drs. M. Firsada, mengajak seluruh elemen masyarakat dan para calon pemimpin untuk menjaga etika politik dengan tidak melakukan politisasi identitas serta menghindari saling menyerang secara pribadi antar calon atau pendukungnya.

    “Dalam proses demokrasi, sangat penting bagi kita semua untuk menjaga suasana yang kondusif dan harmonis. Mari kita tanamkan semangat sportivitas, di mana kita berbicara tentang visi dan misi, bukan saling menghujat atau menyerang pribadi orang lain,” tuturnya.

    Firsada menegaskan bahwa politisasi identitas, yang mengedepankan perbedaan suku, agama, dan latar belakang, hanya akan memecah belah masyarakat.

    Ia mengajak semua pihak untuk hanya fokus pada diskusi yang membangun, serta penyampaian gagasan yang kreatif untuk kemajuan daerah.

    “Kita harus berkomitmen untuk tidak terjebak dalam konflik yang merugikan. Mari kita utamakan kepentingan bersama daripada kepentingan pribadi,” tambahnya.Firsada juga meminta kepada semua pendukung calon agar memberikan contoh yang baik dalam berpolitik.

    “Ciptakanlah suasana yang saling menghargai dan menghormati. Setiap calon memiliki hak untuk diperjuangkan tanpa harus merendahkan orang lain,” ujar Firsada.

    Ia berharap ajakan ini bisa diterima dan dipatuhi oleh seluruh elemen partai politik, pendukung calon, hingga masyarakat. “Kita semua ingin melihat pilkada yang berkualitas dan bermartabat. Dengan berkomitmen pada etika politik yang baik, kita bisa mencapainya,” pungkasnya.Dengan ajakan ini, Firsada berharap Kabupaten Tubaba dapat menjalani proses demokrasi yang sehat dan menghasilkan pemimpin yang mampu membawa perubahan positif bagi masyarakat.(ADV)

  • Tingkatkan Produksi dan Produktivitas Ternak Ayam Kampung, Diskeswan Tubaba Adakan Sekolah Lapang

    MEG,Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulangbawang Barat (Tubaba) melalui Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Diskeswan) Tubaba mengadakan Sekolah Lapang Budidaya Ternak Ayam Kampung.

    Kegiatan tersebut berlangsung di Tiyuh/Desa Kagungan Ratu, Kecamatan Tulangbawang Udik (TBU), Kabupaten setempat, pada Senin (30/09/2024).Kepala Diskeswan Tubaba, drh. Nazaruddin, M.M. menjelaskan, kegiatan yang dilakukan ini merupakan upaya guna pengendalian dan pengawasan penyediaan, peredaran benih/bibit ternak, serta hijauan pakan ternak di Tubaba.

    “Tujuan digelarnya kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peternak melalui budidaya ternak ayam kampung yang baik, sehingga dapat meningkatkan produksi dan produktivitas para ternak,” terangnya.

    Nazaruddin mengungkapkan, sasaran dari kegiatan ini sendiri yaitu terlaksananya pendampingan pada kegiatan keluarga Nenemo Mandiri Pangan (KNMP) dalam rangka peningkatan ketahanan pangan.

    Serta, lanjut Nazaruddin, kegiatan ini juga untuk mendukung penurunan angka stunting di Kabupaten Tubaba, yakni dengan banyaknya keluarga beresiko stunting yang akan mendapatkan bantuan ayam kampung.

    Sekolah lapang ini diikuti oleh total 50 peserta, diantaranya dari kelompok tani penerima bantuan ayam kampung (30 orang), Inseminator dan PPL Tubaba (10 orang), dan Diskeswan Tubaba (10orang).

    “Dalam rangkaian kegiatan ini, kami juga menyalurkan beberapa jenis bantuan hibah yang diberikan, yaitu berupa bibit ayam buras/kampung KUB Umur 2 bulan, dengan berat rata-rata 0,6 – 0,8 Kg, ayam tersebut sudah divaksin dengan jumlah 2 ribu ekor. Dimana setiap penerima mendapatkan 200 ekor ayam untuk 10 penerima bantuan pada lokus stunting,” sebut Nazaruddin Kepala Diskeswan Tubaba.Dia berharap, melalui sekolah lapang tersebut, para pembudidaya dapat menerapkan pedoman pembibitan yang baik, serta dapat menerapkan teknologi pakan dengan memanfaatkan sumberdaya pakan yang ada di Kabupaten Tubaba.

    “Kegiatan ini menjadi langkah positif dalam memajukan sektor peternakan, peningkatan pendapatan bagi para peternak, para peternak juga dapat meningkatkan kualitas pembibitan ternak atau budidayanya serta mengoptimalkan produksi dan produktivitas ternak di Kabupaten Tubaba, sehingga Tubaba dapat menjadi sentra kawasan ternak,” pungkasnya.Berikut penerima bantuan ternak ayam kampung tersebut;

    1. Koptan Way Ngisen, Tiyuh Gunung Terang, Kec. Gunung Terang (HASAN BADRI),

    2. Koptan Sinar Jaya, Tiyuh Setia Bumi, Kec. Gunung Terang (SUMARNO),

    3. Koptan Sederhana, Tiyuh Panca Marga, Kec. Batu Putih (PONIMAN),

    4. Koptan Tani Muncul, Tiyuh Sido Makmur, Kec. Batu Putih (SODIKIN)

    5. Koptan Mugi Lestari, Tiyuh Mekar Sari Jaya, Kec. Lambu Kibang (NYANG RAHMAD),6. KWT Dewi Laksmi, Tiyuh Kagungan Ratu, Kec. Tulang Bawang Udik (RISWANTI IRIANI),

    7. Koptan Harapan II, Tiyuh Kagungan Ratu Agung, Kec. Tulang Bawang Udik (SISMANTONO),

    8. Koptan Margo Mulyo, Tiyuh Sumber Rejo, Kec. Tumijajar (LILIS GUNANTORO),

    9. Koptan Sumber Rejeki, , Tiyuh Margodadadi, Kec. Tumijajar (EDI SISWANTONO),

    10. Koptan Simpati, , Tiyuh Gunung Menanti, Kec. Tumijajar (SHOLIKIN).

    Pemateri dalam sekolah lapang tersebut diisi oleh:

    1. Gilang Setia Aji Wulandaru, S.Pt (SMKN 1 Tulang Bawang Tengah)

    Materi : Budidaya Ternak Ayam Kampung dan Formulasi Ransum Ayam Kampung.

    2. ADIAREBI, S.H., M.H. (Kasi Perdata dan Tata Usaha Negara Kejaksaan Negeri Tubaba)Materi : Kesadaran Hukum Penerima Bantuan Pemerintah.(ADV)