Kategori: Lampung Tengah

  • Wakil Bupati Pemkab Lampung Tengah Inspeksi mendadak (Sidak) Dinas Lingkungan Hidup

    harianexposegelobal.com:Lampung Tengah-Tanpa mengenal lelah Wakil Bupati Kabupaten Lampung Tengah, I Komang Koheri S.E melaksanakan kegiatan Inspeksi Mendadak (Sidak) ini merupakan ajang silaturahmi juga sekaligus pemantauan langsung kehadiran ASN Kabupaten Lampung Tengah. Jum’at(07/03/2025).

    Kali ini kegiatan tersebut ada di Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Litbangda) dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lampung Tengah Turut mendampingi kegiatan tersebut Staf Ahli Bupati Lampung Tengah (Lamteng) Bidang Kemasyarakatan dan SDM, DR. Candra Puasati, S.Pd, M.Pd.

    I Komang Koheri langsung meninjau kebersihan kantor dan absensi ASN dan Pegawai yang ada di Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah dan Dinas Lingkungan Hidup.

    Saat diwawancarai, I Komang Koheri mengatakan mengunjungi balitbang yang merupakan potensi dan inovasi mitra pemerintah daerah dalam rencana untuk pembangunan atau pun penilaian – penilaian terhadap indeks kepuasan masyarakat.

    Kabar baik juga kedepan rencana kita membuat technopark dan Lampung Tengah sudah diberikan tanah oleh BPPT seluas 20 hektar yang akan kita kerjasamakan dengan pihak swasta serta umkm.

    Lebih lanjut, Wakil Bupati, I Komang Koheri berharap inovasi – inovasi yang dilakukan balitbangda bisa berguna untuk masyarakat Lampung Tengah. Diantaranya seperti inovasi pengolahan singkong, pengolahan hasil padi dan juga teknologi pengolahan pasca panen.

    Dengan inovasi tersebut harapannya para investor datang di Lampung Tengah dan menawarkan potensi-potensi yang ada di Lampung Tengah.

  • Wakil Bupati Pemkab Lampung Tengah Hadiri Serah Terima Jabatan BPK Provinsi Lampung

    harianexposegelobal.com-Lampung Tengah:Wakil Bupati Kabupaten Lampung Tengah I Komang Koheri S.E Menghadiri Acara Serah Terima Jabatan Kepala Perwakilan BPK Provinsi Lampung dari Masmudi,S.E.,M.Si.,CSFA.,CA,ak.,
    ERMAP,GRCP,GRCA Kepada Bapak Nugroho Heru Wibowo, S.E.,M.comm.CSFA,ACPA,CA,ak.,
    Badan Pemeriksa Keuangan Perwakilan Provinsi Lampung. Di Ruang Auditorium BPK Perwakilan Provinsi Lampung, Kamis (06/03/2025).

    Serah terima jabatan disaksikan langsung oleh anggota V BPK RI H. Bobby Adhityo Rizaldi, Dirjen Pemeriksa Keuangan Negara V Widhi Widayat, Gubernur Provinsi Lampung Rahmat Mirzani Djausal, S.T, M.M, Ketua DPRD Provinsi Lampung Ahmad Giri Akbar serta Kepala Daerah dari Kabupaten/Kota se-Provinsi Lampung. .

    Pada kesempatan itu, Gubernur Mirza mengapresiasi Masmudi atas dedikasinya mengemban tugas sebagai Kepala BPK Perwakilan Lampung yang telah berjalan dengan baik. Mirza juga mengucapkan selamat bertugas kepada Nugroho Heru Wibowo, yang kini menjalankan amanah sebagai Kepala BPK Perwakilan Lampung.

    “Saya berharap sinergitas antara Pemerintah Provinsi Lampung dan BPK Perwakilan Lampung yang telah terjalin selama ini dapat terus ditingkatkan untuk kemajuan daerah,” ujar Gubernur Mirza.

    Gubernur Mirza menyampaikan pentingnya peran semua pihak dalam mewujudkan pembangunan Provinsi Lampung dalam lima tahun ke depan.

    “Visi pembangunan Provinsi Lampung 2025-2030, Bersama Lampung Maju Menuju Indonesia Emas, adalah visi yang membutuhkan kerjasama kita semua,” ungkapnya.

    Mirza juga menekankan bahwa pembangunan Lampung harus sejalan dengan cita-cita pembangunan nasional, seperti penguatan ideologi Pancasila, penciptaan lapangan kerja, serta pembangunan dari desa untuk pemerataan ekonomi.

    Dalam implementasinya, Gubernur menyampaikan tiga misi utama dalam visi pembangunan Provinsi Lampung 2025-2030, yaitu: mendorong pembangunan ekonomi yang inklusif, mandiri, dan inovatif; memperkuat sumber daya manusia yang unggul dan produktif; serta meningkatkan kehidupan masyarakat yang beradab, berkeadilan, dan berkelanjutan.

    Di akhir sambutannya, Gubernur Mirza mengajak BPK Perwakilan Lampung untuk terus berkontribusi dalam meningkatkan tata kelola pemerintahan dan pengelolaan keuangan daerah. Ia berharap agar BPK terus memberikan rekomendasi-rekomendasi yang konstruktif untuk meningkatkan kinerja Pemerintah Provinsi Lampung, khususnya dalam pengelolaan keuangan, demi tercapainya pembangunan yang berkelanjutan dan kesejahteraan masyarakat.

    Dengan adanya serah terima jabatan ini, diharapkan adanya sinergi yang semakin erat antara Pemerintah Provinsi Lampung dan BPK Perwakilan Lampung dalam mewujudkan pembangunan daerah yang lebih baik dan berkelanjutan.

  • I Komang Koheri: Monitoring evaluasi serapan gabah mitra Bulog Pemkab Lampung Tengah

    harianexposegelobal.com: Lampung Tengah -Wakil Bupati Lampung Tengah, I Komang Koheri, S.E, menghadiri acara Monitoring Evaluasi Serapan Gabah Mitra Bulog Kabupaten Lampung Tengah, bertempat di PP Subur Makmur, Kampung Astomulyo, Kecamatan Punggur. Kamis (6/3/2025).

    Program serapan gabah petani dilakukan untuk memastikan hasil panen petani terserap dengan baik, serta mengetahui secara langsung kendala di lapangan yang dihadapi oleh petani pada musim panen.

    Saat diwawancarai Wakil Bupati, I Komang Koheri mengatakan kegiatan ini sebagai upaya penyerapan panen padi di Lampung Tengah, Karena panen padi sudah mulai di Lampung Tengah serta panen padi dari Kabupaten lain juga masuk di Lampung Tengah sebab selain sawahnya banyak di Lampung Tengah juga terdapat sarana prasarana yang lengkap untuk mengelola padi menjadi beras.

    I Komang Koheri juga berharap sesuai dengan target Lampung Tengah mendapatkan hasil panen 15.000 ton di bulan maret ini akan tercapai dan harga beli padi kering ditingkat pabrik yaitu Rp. 6.500,-. Serta semoga Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah bisa mencapai target yang diberikan oleh Pemerintah Pusat.

    Sementara itu, Kepala Bulog Subdivre Lampung Tengah, Tri Novianti saat diwawancarai mengatakan bahwa bulog telah membuktikan keberpihakan kepada petani dengan membeli gabah kering panen end quality di tingkat petani seharga Rp. 6.500,-. Sehingga, diharapkan perekonomian petani dapat terangkat, tidak seperti yang lalu dan juga beras pemerintah akan terjaga sehingga kita dapat swasembada beras di tahun ini.

    Hadir juga dalam acara monev sergap tersebut antara lain, Komandan Kodim 0411/KM, Letkol Arh Rendra Febrandari Suparman, S.I.P, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten Lampung Tengah, Jumali, S.P, M.I.P. dan Camat Punggur, Drs. Jamaludin Hidayat.

  • Oknum Pejabat Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) Kecamatan Seputih Agung diduga Kuat menipulasi laporan keuangan

    harianexposegelobal.com:Lampung Tengah –
    Praktek dan pelaksanaan penggunaan anggaran masih saja tidak transparan dengan apa yang tercatat di kertas walaupun peringatan keras Presiden Prabowo Subianto seolah tidak mau tahu bahkan semakin langgeng berkembang di negeri ini. Padahal, mark’up anggaran atau menipulasi data jelas merupakan modus laten korupsi-kolusi dan nepotisme (KKN). Para pejabat kuasa pengguna anggaran sepertinya tidak pernah mau belajar dari kesalahan tentang pengelolaan penggunaan anggaran di masa lalu.

    Seperti yang terjadi dilakukan oleh oknum kuasa pengguna anggaran (KPA) dikecamatan Seputih Agung, Lamteng, yang diduga kuat selewengkan anggaran program penunjang kegiatan kantor dari dana APBD tahun 2024, dengan jumlah sebesar Rp.2,2 Milyar.

    Dari total anggaran tersebut yang dianggarkan, ada beberapa aitem anggaran yang terhendus tidak berjalan sesuai surat laporan seolah-olah telah digunakan, diduga kuat telah terjadi praktik ladang korupsi oknum camat tersebut.

    Sementara dari data anggaran program kegiatan Kec.Sep Agung yang terindikasi praktik korupsi, dan mark’up.
    Penyediaan administrasi pelaksanaan tugas ASN sebesar Rp. 198.536.100. 2.
    Administrasi umum perangkat daerah Rp.162.937.300. Administrasi umum
    perangkat daerah Rp.71.688.000.
    Penyediaan jasa penunjang urusan pemerintahan daerah Rp. 24.000.000.
    Pemeliharaan barang milik daerah, dan penunjang urusan pemerintahan daerah Rp.109.460.000.

    Diketahui modus praktik korupsi yang dilakukan oknum camat tersebut, dengan cara melakukan Mark’up anggaran, memanipulasi data SPJ kegiatan tak seperti dalam laporan dan bahkan ada indikasi beberapa aitem penggunaan anggaran tidak berjalan dan tidak dilaksanakan alias fiktif.

    oknum pejabat kuasa pengguna anggaran KPA berkalaborasi untuk menyusun SPJ pengguna anggaran seolah-olah kegiatan tersebut telah dilaksanakan.

    Akibat dugaan praktik korupsi KKN yang dilakukan oknum. Tentunya sangat merugikan keuangan negara dan masyarakat Lampung Tengah.

    Guna mengantisipasi kejahatan Oknum pejabat kuasa pengguna anggaran KPA, diharapkan agar aparat penegak hukum seperti, Polda Lampung, Kejati dan BPKP Lampung segera melakukan penyelidikan, penyidikan dan pengauditan terhadap oknum camat tersebut.(Tim)

  • I Komang Koheri menghadiri rapat koordinasi evaluasi luas tanam tanah Kabupaten Lampung Tengah

    harianexposegelobal.com: Wakil Bupati Kabupaten Lampung Tengah I Komang Koheri S.E menghadiri acara Rapat Koordinasi Evaluasi Luas Tambah Tanam ( LLT) Kabupaten Lampung Tengah.
    Bertempat di aula Bappeda, rabu,(05/03/2025).

    Hadir dalam kegiatan tersebut Direktur Hilirisasi Hasil Tanaman Pangan Kementrian Pertanian, Mulyono.SP,M.M.Pasiter Kodim 0411 Metro. Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura (KPTPH) Provinsi Lampung yang di wakili Kabid Tanaman Pangan, Ida Rachmawati. Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Lampung Tengah Jumali, S.P., M.I.P, segenap aparatur DKPTPH dan segenap undangan.

    Dalam sambutan nya I Komang Koheri S.E Wakil Bupati Lampung Tengah mengucapkan selamat datang kepada Direktur Hilirisasi Hasil Tanaman Pangan (HHTP) Kementerian Pertanian, Mulyono.SP,M.M. Di Kabupaten Lampung Tengah Berbenah. Saya juga menyampaikan target luas tambah tanam di Kabupaten Lampung Tengah Tahun 2025 adalah 206 ribu Hektar dan target produksi gabah diharapkan mencapai 1 juta ton.

    Jika dibandingkqn dengan luas baku sawah di Lampung Tengah yaitu 69.018 Ha, berarti Lampung Tengah harus melakukan pertanaman 3 kali dalam 1 tahun. Pada saat ini MT 1 sudah mencapai 85.997 Hektar dengan rincian padi sawah 72.113 Hektar dan padi ladang 13.884 Hektar masih ada kekurangan seluas 120 ribu Hektar yang hatus di capai sampai akhir tahun 2025.

    Komang Koheri Mengingatkan kepada BPP se- Kabupaten Lampung Tengah ini bukanlah pekerjaan yang mudah, akan tetapi kita sebagau aparatur Daerah Lampung Tengah harus tetap semangat dan segera melakukan percepatan tanam diseluruh wilayah baik lahan sawah irigasi, lahan rawa dan lahan kering.

    Direktur HHTP Kementerian Pertanian, Mulyono dalam sambutannya menyampaikan pesan presiden republik indonesia, bahwasanya kita harus swasembada pangan di tahun ini. Sehingga, peran BPP di level kecamatan sangat menentukan.

    Kemudian, Mulyono juga mengapresiasi kepada kabupaten lampung tengah yang sukses menjadi nomor 1 pertanian di provinsi lampung, beliau berharap agar dipertahankan dan lebih ditingkatkan.

  • I Komang Koheri Kunjungan Perdana Ke Inspektorat Lampung Tengah disambut Inspektur Adi Sriyono

    harianexposegelobal.com- Wakil Bupati Kabupaten Lampung Tengah I Komang Koheri S.E melakukan kunjungan dan Perkenalan ke Inspektorat Kabupaten Lampung Tengah,
    selasa (04/03/2025).

    I Komang Koheri S.E di sambut langsung oleh Inspektur Kab. Lampung Tengah Adi Sriyono, S.Sos., M.M. Dan jajaran Inspektorat Kabupaten Lampung Tengah.

    Dalam kegiatan kunjungan serta perkenalan Wakil Bupati di dampingi oleh Kepala Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (PMK) Kabupaten Lampung Tengah Fathol Arifin, S.IP., M.M

    Dalam arahannya I Komang Koheri S.E selaku Wakil Bupati Lampung Tengah mengatakan “ mari kita semua bekerja dengan mengedepankan edukasi agar seluruh ASN yang ada di Intansi Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah, khususnya pada jajaran Inspektorat agar tidak melakukan kesalahan dalam bekerja.”

  • Berikut adalah rincian pembagian alokasi Dana Desa untuk setiap desa di Kabupaten Lampung Tengah pada tahun 2025:

    harianexposegelobal.com – Berikut adalah rincian pembagian alokasi Dana Desa untuk setiap desa di Kabupaten Lampung Tengah pada tahun 2025

    Sri Way Langsep – 840.480.000
    Wayakrui – 716.981.000
    Kalirejo – 1.615.962.000
    Balai Rejo – 1.072.643.000
    Watu Agung – 1.027.586.000
    Sri Basuki – 981.074.000
    Kaliwungu – 1.411.363.000
    Kali Dadi – 1.198.279.000
    Sri Mulyo – 987.437.000
    Sri Dadi – 1.376.932.000
    Suko Sari – 1.033.178.000
    Sinar Sari – 931.262.000
    Ponco Warno – 1.654.276.000
    Sri Purnomo – 1.040.309.000
    Sinar Rejo – 753.107.000
    Agung Timur – 961.424.000
    Kalisari – 754.667.000
    Purwodadi – 1.186.975.000
    Sido Dadi – 1.085.528.000
    Sido Rejo – 999.917.000
    Cimarias – 983.906.000
    Bangun Rejo – 1.348.306.000
    Sido Luhur – 1.136.527.000
    Sido Mulyo – 1.133.513.000
    Timbul Rejo – 780.777.000
    Suka Negara – 1.376.881.000
    Sinar Seputih – 793.869.000
    Sinar Luas – 853.422.000
    Tanjung Pandan – 864.081.000
    Tanjung Jaya – 1.510.396.000
    Sri Pendowo – 946.955.000
    Sukowaringin – 872.313.000
    Mekar Jaya – 1.051.181.000
    Suka Negeri – 768.627.000
    Purwosari – 998.198.000
    Sendang Ayu – 1.242.274.000
    Bandar Sari – 1.374.367.000
    Surabaya – 1.081.505.000
    Margorejo – 1.094.285.000
    Kota Baru – 918.803.000
    Karang Tanjung – 965.114.000
    Kuripan – 1.269.277.000
    Sri Agung – 962.279.000
    Haduyang Ratu – 1.059.074.000
    Padang Ratu – 1.102.256.000
    Karang Sari – 820.563.000
    Mojokerto – 993.716.000
    Sumber Sari – 721.868.000
    Purworejo – 992.654.000
    Terbanggi Subing – 1.139.515.000
    Terbanggi Agung – 1.030.481.000
    Fajar Bulan – 1.221.814.000
    Komering Putih – 1.321.885.000
    Buyut Udik – 1.060.382.000
    Buyut Ilir – 1.250.554.000
    Bangun Rejo – 936.734.000
    Wono Sari – 822.972.000
    Putra Buyut – 969.461.000
    Gunung Sari – 1.034.282.000
    Buyut Utara – 929.132.000
    Depok Rejo – 958.589.000
    Liman Benawi – 1.279.745.000
    Noto Harjo – 1.147.691.000
    Purwodadi – 1.072.282.000
    Tempuran – 1.403.800.000
    Purwo Adi – 823.179.000
    Pujo Dadi – 803.001.000
    Pujo Kerto – 1.052.748.000
    Untoro – 853.118.000
    Pujo Asri – 775.632.000
    Pujo Basuki – 705.368.000
    Nunggal Rejo – 1.071.856.000
    Badran Sari – 774.969.000
    Sri Sawahan – 813.417.000
    Toto Katon – 1.121.314.000
    Tanggul Angin – 1.285.453.000
    Ngesti Rahayu – 919.691.000
    Mojopahit – 1.214.669.000
    Asto Mulyo – 1.177.066.000
    Sido Mulyo – 1.228.628.000
    Adi Jaya – 1.215.361.000
    Indra Putra Subing – 1.185.370.000
    Karang Endah – 1.155.688.000
    Nambah Dadi – 1.229.959.000
    Ono Harjo – 1.003.706.000
    Terbanggi Besar – 2.761.437.000
    Poncowati – 1.219.258.000
    Rejo Basuki – 936.230.000
    Rejo Asri – 1.023.902.000
    Rukti Endah – 1.209.791.000
    Rama Dewa – 1.074.285.000
    Ratna Chaton – 1.210.529.000
    Rama Yana – 1.024.619.000
    Rama Indra – 1.144.919.000
    Rukti Harjo – 1.063.924.000
    Rama Gunawan – 924.443.000
    Rama Oetama – 954.809.000
    Rama Nirwana – 926.885.000
    Rama Murti – 807.999.000
    Rama Klandungan – 1.199.639.000
    Buyut Baru – 907.305.000
    Teluk Dalem Ilir – 1.006.028.000
    Rekso Binangun – 1.079.800.000
    Rukti Basuki – 1.186.207.000
    Restu Baru – 946.208.000
    Restu Buana – 892.470.000
    Reno Basuki – 1.341.337.000
    Bina Karya Putra – 1.023.059.000
    Bina Karya Buana – 1.064.192.000
    Bina Karya Mandiri – 822.834.000
    Sumber Bahagia – 906.647.000
    Tanjung Harapan – 989.242.000
    Setia Bumi – 923.471.000
    Sumber Baru – 949.409.000
    Siswo Binangun – 958.427.000
    Sanggar Buana – 967.034.000
    Sakti Buana – 921.290.000
    Setia Bhakti – 1.285.807.000
    Sri Basuki – 1.022.569.000
    Sari Bhakti – 938.132.000
    Swastika Buana – 815.109.000
    Sumber Fajar – 807.315.000
    Tanjung Krajan – 807.597.000
    Fajar Mataram – 972.472.000
    Rejosari Mataram – 991.681.000
    Qurnia Mataram – 1.247.017.000
    Trimulyo Mataram – 918.680.000
    Utama Jaya Mataram – 910.880.000
    Sumber Agung Mataram – 1.049.587.000
    Varia Agung Mataram – 974.780.000
    Wirata Agung Mataram – 903.320.000
    Dharmag Agung Mataram – 924.662.000
    Bumi Setia Mataram – 1.064.078.000
    Subing Karya – 917.804.000
    Banjar Agung Mataram – 1.239.892.000
    Gaya Baru VI – 957.371.000
    Sumber Katon – 962.603.000
    Sri Katon – 979.562.000
    Gaya Baru VII – 727.286.000
    Gaya Baru IV – 1.030.310.000
    Gaya Baru III – 1.181.986.000
    Gaya Baru II – 1.343.911.000
    Gaya Baru VIII – 690.926.000
    Gaya Baru I – 1.248.341.000
    Mataram Ilir – 1.454.083.000
    Rawa Betik – 896.391.000
    Srimulya Jaya – 924.699.000
    Kenanga Sari – 849.807.000
    Gunung Batin Udik – 2.131.179.000
    Gunung Batin Ilir – 839.289.000
    Gunung Batin Baru – 1.870.554.000
    Gunung Agung – 1.890.942.000
    Bandar Agung – 1.436.326.000
    Bandar Sakti – 1.341.031.000
    Tanjung Anom – 1.264.985.000
    Suka Jawa – 1.073.840.000
    Sidokerto – 1.048.538.000
    Suka Jadi – 808.854.000
    Bumi Raharjo – 905.918.000
    Wates – 1.208.273.000
    Bumi Ratu – 1.156.954.000
    Bulu Sari – 954.788.000
    Bumi Rahayu – 795.072.000
    Sido Waras – 1.009.029.000
    Tulung Kakan – 1.052.439.000
    Rengas – 1.040.834.000
    Kesuma Dadi – 1.015.190.000
    Sinar Banten – 1.099.027.000
    Kesuma Jaya – 1.208.539.000
    Binjai Ngagung – 973.193.000
    Kedatuan – 808.590.000
    Goras Jaya – 963.704.000
    Bangun Sari – 818.511.000
    Harapan Rejo – 1.062.253.000
    Endang Rejo – 1.373.407.000
    Dono Arum – 1.361.128.000
    Simpang Agung – 1.113.769.000
    Bumi Kencana – 1.036.552.000
    Gayau Sakti – 1.069.021.000
    Fajar Asri – 961.010.000
    Muji Rahayu – 1.124.914.000
    Sulusuban – 1.274.065.000
    Bumi Mas – 871.029.000
    Tanjung Ratu Ilir – 1.291.729.000
    Candi Rejo – 1.035.043.000
    Banjar Ratu – 1.106.432.000
    Banjar Kerta Rahayu – 1.294.144.000
    Lempuyang Bandar – 1.757.733.000
    Purnama Tunggal – 805.728.000
    Banjar Rejo – 977.189.000
    Putra Lempuyang – 929.390.000
    Sriwijaya Mataram – 1.089.373.000
    Uman Agung Mataram – 795.690.000
    Terbanggi Ilir – 1.560.442.000
    Jatidatar Mataram – 1.317.508.000
    Sendang Agung Mataram – 1.023.599.000
    Mataram Udik – 2.728.179.000
    Terbanggi Mulya – 1.001.654.000
    Mataram Jaya – 1.032.700.000
    Sumber Rejeki Mataram – 1.103.075.000
    Kota Batu – 993.324.000
    Sangun Ratu – 859.437.000
    Gunung Raya – 970.896.000
    Gunung Haji – 897.825.000
    Negeri Ratu – 765.194.000
    Tanjung Kemala – 847.551.000
    Payung Rejo – 1.224.275.000
    Payung Batu – 986.561.000
    Negeri Kepayungan – 749.114.000
    Segala Mider – 1.031.243.000
    Tias Bangun – 1.072.961.000
    Riau Priangan – 884.673.000
    Payung Dadi – 963.077.000
    Payung Makmur – 857.937.000
    Tanjung Rejo – 1.106.096.000
    Tawang Negeri – 726.836.000
    Sinar Negeri – 715.034.000
    Pekandangan – 728.087.000
    Payung Mulya – 685.316.000
    Padang Rejo – 820.749.000
    Nyukang Harjo – 1.094.683.000
    Lingga Pura – 991.970.000
    Sido Harjo – 800.685.000
    Taman Sari – 720.743.000
    Karang Anyar – 832.098.000
    Negeri Katon – 755.684.000
    Gedung Harta – 836.472.000
    Tanjung Ratu – 878.199.000
    Negeri Agung – 1.045.175.000
    Gilih Karang Jati – 773.427.000
    Marga Jaya – 1.186.704.000
    Gedung Aji – 848.193.000
    Negeri Jaya – 742.715.000
    Mekar Harjo – 783.333.000
    Srikaton – 953.099.000
    Jaya Sakti – 1.177.348.000
    Haji Pemanggilan – 1.186.754.000
    Negara Bumi Ilir – 1.038.461.000
    Bumi Aji – 1.141.651.000
    Negara Aji Tua – 977.072.000
    Negara Bumi Udik – 1.007.453.000
    Negara Aji Baru – 962.756.000
    Gunung Agung – 607.656.000
    Tanjung Harapan – 865.872.000
    Bumi Jaya – 813.135.000
    Mulyo Haji – 892.551.000
    Sendang Mulyo – 1.232.311.000
    Sendang Rejo – 1.228.780.000
    Sendang Baru – 1.016.951.000
    Sendang Retno – 1.020.950.000
    Sendang Asih – 1.194.877.000
    Sendang Agung – 1.359.625.000
    Sendang Asri – 934.418.000
    Sendang Mukti – 958.118.000
    Kutowinangun – 836.124.000
    Sritejo Kencono – 953.330.000
    Sapto Mulyo – 809.922.000
    Nambah Rejo – 982.418.000
    Sumber Rejo – 908.969.000
    Purworejo – 920.042.000
    Kota Gajah – 1.566.765.000
    Kota Gajah Timur – 1.140.757.000
    Sri Kencono – 1.322.921.000
    Bumi Nabung Ilir – 1.884.114.000
    Bumi Nabung Utara – 996.863.000
    Bumi Nabung Selatan – 984.602.000
    Bumi Nabung Timur – 1.140.397.000
    Bumi Nabung Baru – 996.488.000
    Sri Kencono Baru – 742.335.000
    Sido Binangun – 957.380.000
    Sri Bawono – 952.571.000
    Sri Budaya – 1.007.576.000
    Suko Binangun – 904.370.000
    Sri Busono – 928.391.000
    Sangga Buana – 853.641.000
    Gaya Baru V – 1.106.494.000
    Surabaya Ilir – 1.419.328.000
    Rajawali – 1.075.082.000
    Cempaka Putih – 1.075.403.000
    Subang Jaya – 1.030.463.000
    Cabang – 832.008.000
    Beringin Jaya – 843.777.000
    Sidodadi – 1.499.899.000
    Sumber Agung – 1.072.214.000
    Surabaya Baru – 880.539.000
    Gedung Sari – 918.410.000
    Srimulyo – 954.437.000
    Gedung Ratu – 815.244.000
    Bandar Putih Tua – 774.195.000
    Karang Jawa – 934.019.000
    Sukajaya – 928.397.000
    Bina Karya Jaya – 853.305.000
    Bina Karya Utama – 1.135.871.000
    Bina Karya Sakti – 803.028.000
    Joharan – 799.578.000
    Rantau Jaya Baru – 811.611.000
    Rantau Jaya Ilir – 827.112.000
    Bina Karya Baru – 787.959.000
    Meranggi Jaya – 820.161.000
    Mekar Jaya – 856.431.000
    Rantau Jaya Makmur – 842.016.000

  • Ardito Wijaya Sidak ke pasar bandar jaya plaza memastikan stabilitas harga bahan pokok selama Ramadhan

    harianexposegelobal.com-Lampung Tengah – Hari pertama kerja, Bupati Lampung Tengah, dr. Hi. Ardito Wijaya, M.K.M, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Bandar Jaya Plaza, Kecamatan Terbanggi Besar. Senin (3/3/2025).

    Bupati, Ardito Wijaya mengatakan, pemerintah daerah terus berupaya menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok menjelang Ramadan, agar tetap terjangkau bagi masyarakat.

    “Hari ini kami ingin memastikan sendiri bahwa stok pangan di Pasar Bandar Jaya Plaza kondisinya benar-benar aman dan harga-harga tidak mengalami lonjakan yang signifikan,” kata Ardito Wijaya.

    Dalam Sidak ke Pasar Bandar Jaya Plaza tersebut, Bupati Lampung Tengah juga turut berdialog dengan sejumlah pedagang dan pembeli. Beberapa pedagang menyampaikan harga sejumlah komoditas seperti beras, minyak goreng, dan daging, saat ini masih dalam batas wajar.

    Selain untuk memastikan stok dan harga pangan, Ardito Wijaya juga memanfaatkan kunjungan tersebut, untuk menyapa warga dan mendengarkan langsung aspirasi mereka.

  • Ardito Wijaya Pimpin Rapat Perdana Semenjak dilantik menjadi Bupati Pemkab Lampung Tengah

    MEG, Lampung Tengah:Untuk pertama kali semenjak di lantik oleh Presiden RI, Bupati Lampung Tengah, dr. Hi. Ardito Wijaya, M.K.M didampingi Wakil Bupati, I Komang Koheri, S.E, memimpin Rapat Koordinasi perdana bersama Jajaran Plh. Sekretaris Daerah, Para Staf Ahli Bupati, Asisten, Kepala Perangkat Daerah dan Camat se – Lampung Tengah. Bertempat di Ruang Rapat Subing, Kantor Bupati Lampung Tengah. Senin (3/3/2025).

    Dalam sambutannya Bupati, dr. Ardito Wijaya mengatakan setiap Perangkat Daerah akan melakukan analisis, analisis akan mengeluarkan hasil dari kinerja kita yang ada, kemudian setelah itu apa yang kurang, setelah apa yang kurang, serta ide yang bisa ditawarkan.

    Karena membahas itu yang akan akhirnya membuat kita bebasnya membahas, mengeluarkan solusi yang bebas juga, solusi yang liar, tapi kalau seliar-liarnya sebuah solusi, kalau bersama-sama berpikirnya, pasti masih dalam sebuah struktur yang bisa. Dalam aturan yang bisa dipahami dan dalam batas aturan negara.

    Sementara itu, Wakil Bupati, I Komang Koheri dalam sambutannya menyampaikan Rapat koordinasi ini diharapkan dapat mempererat sinergi antara pemerintah daerah dan seluruh perangkatnya guna mewujudkan pelayanan yang lebih baik dan pembangunan yang berkelanjutan di Kabupaten Lampung Tengah.

  • Ardito Wijaya usai melaksanakan retret menemui Jokowi

    MEG, Lampung Tengah: Bupati Lampung Tengah, dr. Hi. Ardito Wijaya, M.K.M usai melaksanakan retret, menemui mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di kediamannya, Jalan Kutai Utara No 1, Sumber, Banjarsari, Solo, Jawa Tengah, Jumat (28/2/2025).

    dr. Ardito Wijaya mengatakan bersama Kepala Daerah lainnya bersilaturahmi dengan Presiden ke – 7 Republik Indonesia itu dalam rangka belajar pengalaman luar biasa yang beliau miliki dan kita tentu ingin mendapatkan penguatan kembali nasehat – nasehat beliau. Bagaimana kita bisa bekerja lebih baik lagi, lebih cepat dan jejaring kami lebih luas.

    Bupati, dr. Ardito Wijaya juga menjelaskan bahwa Pak Jokowi berpesan kepada kami para kepala daerah untuk selalu mendukung program pemerintah terkait dengan asta cita bapak presiden. Beliau juga mendorong untuk segera para Kepala Daerah segera melakukan tindakan akselerasi dengan pemerintah, khususnya dengan visi misi bapak Presiden Prabowo Subianto.