Kategori: Lampung Tengah

  • Terkait Dugaan Mark-up Anggaran LSM Amanah Rakyat Indonesia (Amatir) Mendesak APH Panggil (AT) Kabid Organisasi Seketariat Pemkab Lampung Tengah

    harianexposegelobal.com-Lampung Tengah –
    Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Amanah Rakyat Indonesia (Amatir) mendesak pihak Aparat Penegak Hukum (APH) memanggil dan memeriksa Kepala Bagian Organisasi Sekretariar Daerah Kabupaten Lampung Tengah, berinisial (AT) dalam dugaan tindak pidana Korupsi Mark Up dana program kegiatan Tahun 2024, senilai ratusan juta rupiah.

    Data yang diinvestigasi oleh LSM Amatir akan segera diserahkan ke Tipikor Polres, dan Kejari Gunung Sugih, agar dapat diungkap peran Kepala Bagian (Kabag) organisasi Setdakab Lamteng, (AT).

    “Total anggaran program kegiatan di bagian organisasi sebesar Rp.886.831.200.,kuat diduga diselewengkan oleh oknum Kabag,” ujar Ketua LSM Amatir, Azwar Patrialis, Selasa (25/2/2025).

    Dimana anggaran itu diperuntukkan untuk program/ kegiatan antaralain yaitu: untuk penataan organisisasi, dengan rincian program/kegiatan pengelolaan kelembagaan dan analisis jabatan sebesar Rp. 272.291.600.

    Untuk fasilitasi pelayanan publik dan tata laksana sebesar Rp. 50.645.700.

    Dan untuk peningkatan kinerja dan reformasi birokrasi.
    Monitoring, evaluasi dan pengendalian kualitas pelayanan dan tata laksana sebesar Rp. 77.064.000

    Azwar menyebut, modus praktik korupsi yang dilakukan oknum Kabag organisasi tersebut, dengan cara melakukan Mark Up anggaran, besarnya jumlah dana yang dianggarkan tidak sesuai dengan biaya yang dikeluarkan/ digunakan untuk kegiatan itu.

    Bahakan ada dugaan manipulasi Spj anggaran kegiatan. Laporan Spj tidak sesuai dengan biaya yang dikeluarkan dan digunakan untuk kegiatan.

    “Kuat dugaan kita dana anggaran dengan kegiatan yang digelar tidak sesuai, artinya ada dugaan Mar Up, dan adanya beberapa kegiatan fiktip sehingga oknum Kabag tersebut diduga membuat Spj fiktip untuk menyesuaikan dengan kegiatan,” ungkap dia.

    Dalam hal ini kita mendesak pihak APH untuk memangil oknum Kabag
    Organisasi Setdakab Lamteng, untuk diperiksa dan diaudit terkait anggaran kegiatan pada tahun 2024 lalu.

    “Hari ini kita sudah berkoordinasi dengan pihak Kejari, dan Tipikor Polres. Saat ini berkas sedang kita lengkapi untuk bisa kita serahkan ke APH,” tandasnya.

  • Diduga oknum Kabag Organisasi Sekretariat Daerah Kabupaten Lampung Tengah, (AT) selewengkan dana program kegiatan Tahun 2024, senilai ratusan juta rupiah.

    Lampung Tengah – harianexposegelobal.com-
    Diduga oknum Kabag Organisasi Sekretariat Daerah Kabupaten Lampung Tengah, (AT) selewengkan dana program kegiatan Tahun 2024, senilai ratusan juta rupiah.

    Diketahui dana anggaran bagian organisasi program penunjang urusan Pemda Kab.Lamteng, tahun 2024, dengan total anggaran program kegiatan di bagian organisasi sebesar Rp.886.831.200.,yang kuat diduga diselewengkan oleh oknum Kabag.

    Dana anggaran program kegiatan tersebut, bersumber dari Dana APBD Kab.Lamteng, Tahun 2024. Dimana anggaran itu diperuntukkan untuk program/ kegiatan antaralain yaitu: untuk penataan organisisasi, dengan rincian program/kegiatan pengelolaan kelembagaan dan analisis jabatan sebesar Rp. 272.291.600.

    Untuk fasilitasi pelayanan publik dan tata laksana sebesar Rp. 50.645.700.

    Dan untuk peningkatan kinerja dan reformasi birokrasi.
    Monitoring, evaluasi dan pengendalian kualitas pelayanan dan tata laksana sebesar Rp. 77.064.000

    Adapun modus praktik korupsi yang dilakukan oknum Kabag organisasi tersebut, dengan cara melakukan Mark Up anggaran, besarnya jumlah dana yang dianggarkan tidak sesuai dengan biaya yang dikeluarkan/ digunakan untuk kegiatan itu.

    Bahakan ada dugaan manipulasi Spj anggaran kegiatan. Laporan Spj tidak sesuai dengan biaya yang dikeluarkan dan digunakan untuk kegiatan.

    Namun ironinya anggaran ratusan juta itu diduga direkayasa untuk dapat disesuaikan dengan kegiatan. Tidak hanya itu ada dugaan beberapa kegiatan bahkan tidak dilaksanakan/fiktif, namun tetap anggarannya, atau Spj nya dimanipulasi dan digelembungkan (Mark Up).

    Namun sayangnya saat yang bersangkutan (AT) dimintai klarifikasinya melalui pesan, maupun panggilan WhaatsApp, Senin (24/2/2025) yang bersangkutan tidak merespon pesan, maupun panggilan meski dalan keadaan aktiv.

    Tentunya akibat perbuatan oknum tersebut merugikan uang negara dan masyarakat. Untuk memastikan dugaan Tipikor di bagian organisasi Setdakab Lamteng, diharapkan Aparat Penegak Hukum (APH) seperti Kejati, Polda dan BPK Provinsi Lampung, untuk melakukan audit, pemeriksaan, dan penyelidikan terhadap oknum Kabag Organisasi Setdakab Lamteng tersebut.

  • Ardito Wijaya Bupati Pemkab Lampung Tengah mengikuti retret di Akmil Magelang

    MEG, Magelang: Bupati Lampung Tengah, dr. Hi. Ardito Wijaya beserta  456 kepala daerah lainnya mengikuti retret di Akademi Militer (Akmil) Magelang, Jawa Tengah. Kegiatan   berlangsung selama 8 (delapan) hari mulai  21 Februari 2025 s/d 28 Februari 2025. 

    Bupati Ardito beserta para kepala daerah tiba di lokasi retret Akademi Militer Magelang melalui Bandara yang ada di Yogyakarta, Kamis (20/2/2025) sore.

    Pada kegiatan retret Bupati Ardito terlihat mengenakan seragam loreng lengkap dengan topi komcad saat memasuki Akmil. 

    Beliau berharap agar semua rangkaian acara retret dapat berjalan lancar, “ini baru dimulai persiapan dan semoga lancar”, ungkap Bupati Ardito yang baru saja dilantik oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto di Istana Merdeka Jakarta pada Kamis 20 Februari 2025.

    Kegiatan retret yang diikuti para Kepala Daerah se Indonesia ini bertujuan untuk memperkuat kepemimpinan, meningkatkan wawasan, memperdalam nilai-nilai kebangsaan dan spiritualitas dalam menjalankan tugas serta diharapkan hasil dari kegiatan ini dapat membawa dampak positif bagi kemajuan daerah.

  • Wakil Bupati I Komang Koheri Usai dilantik Sidak di OPD Pemkab Lampung Tengah

    harianexposegelobal.com Lampung Tengah:Tanpa kenal Lelah Wakil Bupati Terpilih Lampung Tengah I Komang Koheri S.E yang baru saja di lantik kemaren 20 Februari 2025 di Istana Negara dan baru subuh tadi sampai di Lampung Tengah Langsung tancap gas untuk melaksanakan tugas sebagai Wakil Bupati Lampung Tengah . dihari pertamanya masuk kerja Wakil Bupati I Komang Koheri S.E langsung disambut para Asisten dan para Staf Ahli Bupati serta Kadis Sosial dan Kadis Koperasi, UKM dan Perdangan.

    Di hari perdananya melaksanakan tugas di awali dengan rapat dengan para Asisten, Staf Ahli Bupati, dan Kadis, kemudian melaksanakan sidak OPD/Bagian Pemkab Lampung Tengah dalam rangka perkenalan dan memberikan motifasi bagi PNS dan ASN yang ada di Kabupaten Lampung Tengah.

  • Rusmadi Pimpin Rakor tindak lanjut progres dokumen perencanaan proyek

    MEG, Lampung Tengah:Asisten Ekonomi dan Pembangunan, Drs. Rusmadi, M.M. Pimpin Rakor Tindak Lanjut Progres Dokumen Perencanaan Proyek Melalui Zoom Meeting dengan PT. SMI di Ruang Rapat Asisten Ekbang, Jum’at 21 Februari 2025.

    Rapat tindak lanjut progres dokumen perencanaan proyek adalah rapat untuk membahas perkembangan dokumen perencanaan proyek dan tindak lanjut yang diambil baik Penggunaan Single Year maupun  Multiple Years Data  dalam Analisis Transfer Pricing

    Tujuan rapat tindak lanjut membahas perkembangan dokumen perencanaan proyek, membahas tindak lanjut yang diambil, Memastikan transparansi dan akuntabilitas dalam pelaksanaan proyek, Mengelola permintaan perubahan terhadap lingkup, jadwal, biaya, atau sumber daya proyek serta Memantau dan mengontrol penyelesaian deliverables sebagai hasil akhir proyek.

    Rapat pasca-proyek dapat menjadi kesempatan untuk menggevaluasi keberhasilan, merefleksikan alur kerja tim, dan mengulanginya pada proses apa pun agar selanjutnya bisa lebih baik lagi. 

    Hadir dalam Rakor tersebut, BPKAD, BAPPEDA, Dinas Bina Marga dan BK, Dinas Lingkungan Hidup.

  • BBWS Mesuji Sekampung Memperingati Hari Sejuta Pohon Gerakan Tanam Pohon di Pekandangan Pubian

    Lampung Tengah (harianexposegelobal.com Lampung) – BBWS Mesuji Sekampung Daerah Lampung mengingatkan warga untuk menjaga bantaran sungai agar tidak banjir dan longsor.

    Perum Jasa Tirta ll Lampung Memperingati gerakan hari sejuta pohon dilaksanakan dikampung pekandangan kecamatan Pubian kabupaten Lampung Tengah hulu sungai DAS Way Seputih, Kamis (20/2), mengingatkan sejumlah wilayah sekitar bandaran sungai pada berbagai daerah di Lampung termasuk di Kabupaten Lampung Tengah rawan terjadi banjir dan longsor karena lingkungan sekitar kurang terjaga dengan baik.Karena itu, BBWS Mesuji Sekampung mengajak masyarakat sekitar bersama sejumlah elemen peduli lingkungan untuk menjaga kawasan bantaran sungai tersebut.

    Berkaitan upaya itu, sekaligus untuk menyongsong Hari Sejuta pohon, Perum Tirta ll Lampung menggandeng warga dan berbagai pihak untuk melakukan penanaman pohon pada Daerah Aliran Sungai (DAS) Way Seputih di Kabupaten Lampung Tengah.

    Menurut Roy Penagom Pardede, Kepala BBWS Mesuji Sekampung Manajer Lampung, menjelang peringatan Hari Sejuta Pohon Sedunia yang jatuh setiap tanggal 20 februari ini, BBWS Mesuji Sekampung Lampung bekerja sama dengan Perum Tirta ll Lampung Pemuda Karang Taruna Kampung Konservasi Pekandangan, Kecamatan Pubian, Kabupaten Lampung Tengah menggelar kegiatan penanaman 1.000 bibit pohon di bantaran DAS Way Seputih, Minggu (20/2).Kegiatan bertema “Tanam Sekarang atau Bencana akan Datang” tersebut diikuti oleh 150-an peserta yang terdiri dari Jajaran BBWS dan Perum Tirta ll Lampung dan anggota (Wanacala, Poltapala Polinela, Mapala Ardenaswari, Mapala AKL Poltekkes) serta jaringan Walhi Lampung (YKWS, Jaringan Perempuan Padmarini, Sispala Lingkar Generasi Hijau SMA Maarif Sukatani).

    Kegiatan itu, kata Roy Penagom Pardede lagi, didukung oleh aparatur Kampung Konservasi Pekandangan dan diikuti pula oleh Gerakan Pramuka Kwartir Ranting Selagai Lingga, Pemuda Karang Taruna, Tapak Suci, Banser, dan masyarakat sekitar dengan menanam bibit aren dan bambu betung yang merupakan tanaman konservasi air yang juga dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar DAS Way Seputih.Penanaman bibit pohon sepanjang empat kilometer tersebut berfungsi mencegah abrasi dan mendukung pemulihan bantaran sungai, menghijaukan kawasan itu setelah terjadi banjir bandang 10 Februari 2025 karena hujan deras, katanya pula.

    Roy mengutarakan harapan agar kegiatan ini mampu memberikan inspirasi bagi masyarakat untuk menjaga dan melakukan konservasi di wilayah bantaran sungai.

    “Kegiatan ini juga harapannya akan mengingatkan peran pemerintah dalam upaya konservasi lingkungan dengan mengeluarkan kebijakan yang mendukung aksi pelestarian alam,” katanya pula.

    Kepala Sekolah Ma’arif Lingga Pura Ahmadi Konservasi Pekandangan” mengatakan bahwa bambu betung merupakan bahan bangunan, tanaman konservasi air, sekaligus bahan pangan. Sedangkan aren merupakan bahan baku gula aren, produk unggulan masyarakat.Karena itu, dia mengharapkan agar masyarakat selalu menjaga kelestarian lingkungan dan merawat bibit yang telah mereka tanam.

    “Mulai 1992 terjadi banjir bandang dan longsor di daerah ini, karena curah hujan tinggi dan karakteristik tanah lempung berpasir. Pada 2012, banjir menghanyutkan empat jembatan gantung yang menghubungkan antara Kampung Konservasi Pekandangan ke kampung induk Lingga Pura,” kata Ade lagi.Dia menyatakan pula pada 10 Februari 2025, banjir yang terjadi sangat besar tapi tidak membawa material, sehingga tidak merusak jembatan yang dibangun oleh masyarakat secara swadaya. Karena itu, dia berharap upaya konservasi kawasan DAS setempat selanjutnya dapat mencegah banjir dan bencana alam di wilayah ini.

  • KKKS PENDIDIKAN PUNGGUR MENCEKIK KEPALA SEKOLAH SETIAP BOS CAIR PER SDN 4 JUTA BERDALIH BAYAR KORAN

    Harianexposegelobal.com.Lampung Tengah:Pemerintah pusat telah mengucurkan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk mewujudkan layanan pendidikan yang terjangkau dan bermutu bagi seluruh lapisan masyarakat, sebagai bagian dari program peningkatan kualitas pendidikan. Sayangnya, di lapangan masih terjadi praktik pungutan liar (pungli) yang terkesan dilegalkan.

    Dana BOS sendiri mencakup kebutuhan sarana dan prasarana sekolah, termasuk pembelian barang dan jasa. Penyaluran Dana BOS harus mengikuti pedoman yang mencakup perencanaan, pengelolaan, dan pertanggungjawaban. Namun, dalam praktiknya, masih terjadi penyimpangan yang bertentangan dengan aturan, termasuk tumpang tindih pada pos pengeluaran.

    Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Dalijo, Kecamatan Punggur Kabupaten Lampung Tengah, Lampung,Umi, Selaku Bendahara KKKS Pendidikan SDN Punggur ketika dihubungi oleh media ini melalui telepon seluler terkait dugaan pungutan berupa iuran yang dibebankan kepada sekolah, mengakui adanya pungutan tersebut.Umi menjelaskan bahwa di wilayah Kecamatan Punggur terdapat pungutan sebesar Rp4.000.000 per pencairan dana Bos per Sekolah, yang dikelola oleh K3S. Pungutan tersebut dikatakan untuk biaya berlangganan koran yang disalurkan oleh K3S.

    Lebih lanjut, Umi memaparkan bahwa jumlah siswa di wilayah Kecamatan Punggur sekitar 26 Sekolah, namun hanya 22 Koran yang aktif Berlangganan yang saya bayar iuran tersebut. Dari iuran tersebut, K3S mengelola dana sebesar Rp104.000.000 per Tiga Bulan atau Rp416.000.000 per tahun, yang seluruhnya digunakan untuk biaya berlangganan koran.“Jumlah media yang berlangganan saat ini mencapai 22 media, dengan biaya berlangganan bervariasi antara Rp150.000 hingga Rp200.000,” ungkap Umi.

    “Jika rata-rata biaya berlangganan per media adalah Rp200.000, maka total pengeluaran untuk pembayaran koran mencapai Rp24.000.000 per Tiga Bulan, atau Rp94.000.000 per tahun. Angka ini jauh lebih sedikit dana yang diperoleh K3S, Sedangkan dana Terkumpul Rp.416.000.000 per tahun. Jadi, lebih besar keuntungan daripada pembayaran,” ungkap Dalijo pendidikan.

    Ersan Ketua Lembaga LPPNRI Lampung Tengah Hal ini mengindikasikan bahwa K3S Punggur diduga memberikan penjelasan yang tidak logis dan terkesan mengada-ada. Lebih miris lagi, ada beberapa oknum wartawan yang dilaporkan memaksa sekolah-sekolah di wilayah Punggur untuk berlangganan koran melalui K3S.Pengamat pendidikan, Ersan, menilai bahwa K3S Punggur tidak bersikap gentleman dalam menghadapi masalah ini. Menurutnya, pungutan yang dilakukan K3S tidak memiliki dasar hukum yang jelas.

    “Pungutan yang dilakukan K3S Dalijo Kecamatan Punggur tidak memiliki dasar hukum. Dana BOS sebenarnya sudah mencakup pembayaran koran sebagai bagian dari langganan daya dan jasa, jadi mengapa ada iuran tambahan? Ini sudah masuk kategori pungli,” jelas Ersan.

    Ia juga menambahkan bahwa rincian penggunaan dana BOS tidak mencakup pembayaran koran, sehingga dugaan pungli ini perlu segera ditindaklanjuti oleh aparat penegak hukum.

    “Saya berharap Aparat Penegak Hukum (APH) dan Tim Saber Pungli Lampung Tengah serta Dinas Pendidikan Kabupaten Lampung Tengah segera turun tangan dan memberikan sanksi kepada oknum yang tak bertanggung jawab. Ini sudah jelas mengarah pada praktik pungli,” tegasnya. (Tim)

  • Bupati dan Wakil Bupati Lampung Tengah, dr. Hi. Ardito Wijaya, M.K.M dan I Komang Koheri, S.E resmi dilantik oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

    MEG, Jakarta, Kamis (20/2/2025).

    Pasca dilantik, keduanya langsung melakukan penandatanganan serah terima jabatan (Sertijab) yang berlangsung di Movenpick Hotel, Jakarta. Penandatanganan berita acara sertijab bupati/wali kota se-Lampung secara bersamaan itu disaksikan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, dan Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, yang juga baru saja dilantik.

    Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, menyampaikan rasa syukur atas pelantikan yang dilakukan di Istana Negara oleh Presiden RI. “Alhamdulilah kami dapat mengikuti pelantikan sesuai jadwal dan tahapan yang telah ditentukan tanpa ada halangan apapun,” kata Mirza.

    Dia menyatakan pelantikan tersebut bukanlah tujuan akhir dari tekad untuk berjuang dan berperan di Provinsi Lampung. “Justru ini merupakan titik awal bagi kami untuk mengawali perjuangan menyelesaikan berbagai tantangan yang akan kita hadapi ke depan dan sama sama kita wujudkan Lampung Maju Indonesia Emas,” ujarnya.

    Dalam momen tersebut dia juga mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi Penjabat Gubernur Lampung, Samsudin.
    “Saya atas nama Pemerintah Provinsi Lampung mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Penjabat Gubernur Samsudin beserta Penjabat Ketua PKK atas pengabdian dan dedikasinya di Provinsi Lampung selama delapan bulan,” kata dia.

    Menurutnya, selama delapan bulan ini dia melihat Pemprov Lampung berjalan dengan baik, tenang, tentram dan semakin kompak.

    “Insya Allah apa yang telah diwariskan oleh Pak Samsudin dan kebaikan-kebaikannya menjadi amal jariyah untuk Pak Samsudin ke depan, kami juga doakan Bapak Samsudin dan ibu diberi kesehatan dan kemudahan dalam segenap aktivitas dan memperoleh kesuksesan dalam karir,” ucapnya.
    Sebagai gubernur, lanjut Mirza, dia menyadari perannya bukan hanya menjalankan pemerintahan daerah, tetapi juga memiliki peran sebagai perwakilan pemerintah pusat di Lampung.

    Ada berbagai agenda penting menanti, di antaranya adalah lima target besar pemerintah pusat, yaitu meningkatnya pendapatan perkapita, pengentasan kemiskinan, penguatan peran Indonesia di pentas dunia, peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pengurangan emisi gas rumah kaca dari pembangunan berkelanjutan.

    “Maka karena ada lima peran tersebut yang akan dijalankan di Lampung, saya dan ibu wagub, telah membuat misi kami dalam lima tahun ke depan. Tentunya kami ingin program pemerintah pusat di Lampung ini akan dijadikan keunggulan, instrumen bagi kita untuk meningkatkan kualitas perbaikan di Lampung,” kata dia.

    Dia mengajak semua pihak untuk bekerja sama dalam menghadapi berbagai tantangan. “Kami yakin ini semua tidak bisa diselesaikan oleh Pemprov Lampung sendiri dan tidak juga diselesaikan oleh kabupaten juga. Setiap kabupaten ada permasalahan, kita tidak bisa menyelesaikan permasalahan sendiri-sendiri, kita butuh bekerja sama, bergotong-royong baik dengan pemerintah pusat, kabupaten atau kota maupun di pemerintah desa,” katanya.

    Dia yakin dengan pelantikan serentak ini dan dilanjutkan dengan serah terima jabatan di 14 kabupaten dan kota se-Lampung menandakan dan mengawali pemerintahan lima tahun ke depan akan kompak, seirama, bersinergi, selaras dengan satu cita cita untuk membangun Lampung menjadi provinsi yang lebih baik pada masa depan.

  • DPC PWRI Lampung Tengah Mengucapkan Selamat Atas Dilantiknya Bupati dan Wakil Bupati Lampung Tengah Periode 2025 – 2030 Oleh Presiden Prabowo

    MEG,Lampung Tengah | Segenap Dewan Pengurus Cabang Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI) Lampung Tengah mengucapkan selamat atas dilantiknya dr.H.Ardito Wijaya, M.KM – I Nyoman Koheri, S.E sebagai Bupati dan wakil Bupati Lampung Tengah periode 2025 – 2030 oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan Jakarta pada Kamis, (20/02/ 2025). Semoga dapat memimpin Lampung Tengah Berbenah Maju sesuai dengan Harapan Masyarakat Adil, Makmur dan Sejahtera.

    Diisi foto2 (Ucapan bukan berita)

    Slogan Kabupaten Lampung Tengah
    “JURAI SIWO”
    yang berarti sembilan marga

    motto “Beguwai Jejamo Wawai”. Kata beguwai berarti bekerja atau berbuat sesuatu untuk kepentingan masyarakat. Kata jejamo artinya secara bersama-sama atau bergotong royong. Sedangkan kata wawai berarti baik atau kebaikan.

  • Kusuma Riyadi: Menyampaikan LKPD Tahun Anggaran 2024 dengan BPK RI

    MEG, Lampung Tengah: Pemkab Lampung Tengah mengadakan Entry Meeting BPK RI Perwakilan Provinsi Lampung bertempat di Ruang Subing komplek Kantor Bupati pada hari selasa 18 Februari 2025. Dalam kesempatan tersebut turut hadir Pj.Sekda Lampung Tengah, Ketua Tim Penilaian BPK Perwakilan Lampung dan anggota, Asisten Adminsitrasi Umum, Inspektur, Kepala Perangkat Daerah terkait serta perwakilan OPD.

    Pj.Sekda Kusuma Riyadi menyampaikan pemeriksaan interm atas LKPD tersebut merupakan kegiatan rutin tahunan yang dilakukan oleh BPK-RI Perwakilan Lampung untuk memastikan  bahwa pengelolaan keuangan di Pemkab Lampung Tengah telah sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Melalui pemeriksaan ini, kita dapat melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan anggaran, sehingga diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelaporan keuangan. Pj Sekda juga mengatakan penyusunan laporan keuangan yang baik tidak hanya bertujuan untuk memenuhi kewajiban administratif, tetapi juga mencerminkan transparansi dan akuntabilitas dalam tata kelola keuangan daerah.

    Sementara itu BPK Perwakilan Provinsi Lampung yang diwakili oleh Ketua tim Deyong Arti Santoso mengatakan berdasarkan surat tugas BPK perwakilan Provinsi Lampung nomor 7/ST/XVIII.BLP/02/2025 akan melaksanakan pemeriksaan interm atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah tahun 2024 pada pemerintah kabupaten Lampung Tengah selama 25 hari mulai dari tanggal 18 Februari 2025. Deyong berharap informasi pemeriksaan ini dapat diketahui oleh semua perangkat daerah guna kelancaran dan ketepatan waktu yang sudah ditetapkan. Ditambahkan Deyong bahwasanya pemeriksaan interim atas LKPD yang dilihat antara lain untuk memantau tindak lanjut atas pemeriksaan ditahun tahun sebelumnya, untuk menilai efektivitas SPI dalam penyusunan LKPD, menilai kepatuhan atas ketentuan peraturan perundang – undangan dan untuk melakukan pengujian substantif yang dilakukan atas transaksi atas saldo saldo tertentu.