Kategori: Pendidikan

  • Penyaluran Dana BOSP 2025 Tahap 1 Mulai Januari, Kemendikdasmen Ingatkan Ini

    MEG, Jakarta: Jakarta – Anggaran Dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) Tahun Anggaran 2025 dialokasikan pemerintah Rp 59,2 triliun. Alokasi anggaran Dana BOSP 2025 menyasar 423.080 satuan pendidikan.
    Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyatakan penyaluran Dana BOSP 2025 ditargetkan mencapai 98 persen satuan pendidikan dalam kesempatan pertama pada Januari 2025.

    Besar penyaluran Tahap 1 disalurkan paling banyak 50 persen dari pagu alokasi pemerintah daerah. Penyaluran dilaksanakan lewat kerja sama dengan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

    “Paling cepat di bulan Januari,” tulis Kepala Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat Sekretariat Jenderal (Setjen) Kemendikdasmen Anang Ristanto dalam keterangan resminya, dikutip Senen(27/1/2025) Terkait penyaluran Dana BOSP agar dapat langsung digunakan, Kemendikdasmen mengimbau Pemda untuk mendorong satuan pendidikan melakukan perencanaan 2025 pada tahun ini (T-1) dan melakukan percepatan pengesahan perencanaan sekolah.

    Berdasarkan catatan Kemendikdasmen per 23 Desember 2024, 314.376 (74 perseb) satuan pendidikan telah melakukan perencanaan pada T-1. Sebanyak 240.683 (57 persen) perencanaan satuan pendidikan telah disahkan dinas.

    “Capaian ini meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya mencapai 137.000 satuan pendidikan yang melakukan perencanaan pada T-1,” tulis Anang.Dana BOSP antara lain berfungsi sebagai sumber pendanaan pendidikan untuk mendukung transformasi pendidikan agar mutu pendidikan naik.

    Dana BOSP 2025 termasuk kenaikan satuan biaya majemuk pada 15.046 satuan pendidikan dan 1,1 juta peserta didik di daerah khusus. Fungsinya untuk menekan ketimpangan pendidikan antarsatuan pendidikan pada wilayah yang sama.

    Rincian dana BOS 2025 tiap sekolah dalam Keputusan Mendikdasmen (Kepmendikdasmen) No 8/P/2024 dapat dilihat dengan klik link DI SINI.

  • Mendikdasmen: Aturan Pembelajaran Selama Ramadan Segera Rampung

    MEG,Jakarta: Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menyatakan, Surat Edaran (SE) yang mengatur pembelajaran selama Ramadan segera rampung. Pembahasan SE tersebut sudah selesai dilakukan lintas kementerian.

    “Insya Allah dalam minggu depan sudah selesai. Karena draft-nya sudah selesai,” ujar Mu’ti di Kompleks Istana Kepresidenan, Jumat (17/1/2025).

    Namun sayang, Mu’ti masih belum menjelaskan, seperti apa konsep pembelajaran siswa yang akan diterapkan selama Ramadan. Masih belum ada penjelasan apakah nanti berkonsep seperti pesantren kilat atau berkonsep lainnya.

    Mu’ti juga menegaskan kembali, tidak ada libur sekolah sebulan penuh selama Ramadan. Ia menegaskan, bahasa yang dipergunakan adalah pembelajaran selama Ramadan.

    “Di dalam Surat Edaran ada penjelasannya. Ya nanti tunggu sampai (Surat Edaran) keluar,” ucap Mu’ti.

    Ada lima kementerian yang terlibat dalam pembahasan konsep belajar selama Ramadan. Di antaranya Kemenko PMK, Kemenag, Kemendagri, dan KSP.

    “Kami berlima membahas mengenai pembelajaran di bulan Ramadan, dan sudah ada kesepakatan bersama. Sekarang draft-nya sudah selesai, tinggal proses menunggu tandatangan tiga menteri,” kata Mu’ti.

    Sebelumnya diberitakan, wacana libur sekolah saat Ramadan 2025 diungkapkan Wakil Menteri Agama Romo HR Muhammad Syafi’i. Kebijakan tersebut pernah diterapkan pada pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid, di mana sekolah-sekolah diliburkan sebulan penuh saat Ramadan.

  • Dana Pribadi Makan Bergizi Gratis untuk Penghematan APBN

    MEG,Jakarta: Penggunaan dana pribadi Presiden Prabowo Subianto dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) langkah tepat menghindari pemborosan APBN. Hal itu disampaikan Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad.

    Seperti diketahui, pada tahap awal uji coba MBG, program ini dibiayai oleh dana pribadi Presiden rabowo. Menurut Dasco, karena program ini masih dalam tahap uji coba, pendanaan dari dana pribadi tidak menjadi masalah.

    “Nah, karena kita ingin begitu APBN turun, program berjalan dengan lancar, sehingga tidak ada pemborosan APBN. Maka, di beberapa titik itu menggunakan dana pribadi,” kata Dasco dalam keterangan tertulisnya dikutip, Selasa (14/1/2025)

    “Namanya uji coba kan belum program resmi. Sehingga menurut saya tidak ada masalah kalau dibiayai seperti itu,” ujarnya.

    Dasco juga mengungkapkan, dana pribadi Prabowo tidak sepenuhnya digunakan untuk mendanai uji coba program ini. Sebagian pendanaan berasal dari kontribusi para pendukung dan simpatisan yang mendukung inisiatif tersebut.

    “Banyak simpatisan dan pendukung yang bergotong royong secara swadaya untuk mendukung pelaksanaan di beberapa daerah. Kalau itu dilakukan dalam batas kemampuan, ya tidak perlu meminjam,” ucap politisi Partai Gerindra ini.

    Meski uji coba masih berlangsung, Dasco mengakui terdapat sejumlah kekurangan dalam pelaksanaannya. Namun, ia menegaskan hal tersebut wajar dan menjadi peluang untuk melakukan evaluasi serta perbaikan sebelum program resmi dijalankan dengan dana APBN.

    “Hal ini justru berguna sebagai bahan evaluasi agar ke depan ada perbaikan di mana pun yang kurang. Dengan begitu, pelaksanaan program makan bergizi gratis ini bisa lebih optimal,” kata Dasco.

  • Guru Hukum Siswa Nunggak SPP, Langgar Kode Etik

    MEG,Jakarta: Seorang siswa sekolah dasar (SD) swasta di Kota Medan, viral karena disuruh belajar di lantai oleh wali kelas. Siswa tersebut disuruh belajar di lantai karena menunggak uang sekolah (SPP) selama 3 bulan.

    Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) menyayangkan peristiwa tersebut. Mereka menilai guru tersebut telah melanggar kode etik sebagai tenaga pendidik.

    “Tindakan tersebut merupakan pelanggaran kode etik. Seorang guru tidak dibenarkan bertindak semena-mena terhadap peserta didik,” kata Anggota Dewan Kehormatan FSGI, Heru Purnomo, saat berbincang bersama Pro 3 RRI, Senin (13/1/2025).

    Heru menyebut, guru tersebut bisa dikenakan sanksi, bahkan hingga pemberhentikan. Pasalnya, tindakan yang dilakukannya telah menciderai ruh pendidikan.

    “Ketika seorang tenaga pendidik melanggar (kode etik), artinya dia tidak memahami ruh pendidikan. Buat apa dia dilanjutkan sebagai pendidik, karena kemungkinan dia bisa melanggar kode etik lainnya,” kata Heru.

    Diketahui, seorang siswa berinisial M (10) di sebuah sekolah swasta di Medan, dihukum gurunya (H) duduk di lantai. Hukuman duduk di lantai sudah diterima M selama tiga hari.

    Guru H menghukum M duduk di lantai karena siswanya tersebut telah menunggak biaya SPP selama tiga bulan. Kejadian ini kemudian viral dan menjadi perhatian publik.

    Berkaca dari kasus tersebut, Heru mengimbau para guru untuk menghormati norma-norma kehidupan. “Kami sudah sering sosialisasi pentingnya para guru menghormati nilai-nilai kehidupan dan tidak melakukan tindak kekerasan,” ujarnya.

  • Pemerintah Masih Kaji Tukin Dosen ASN

    MEG,Jakarta: Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi bersama Kementerian Keuangan masih mempertimbangkan anggaran tunjangan kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN). Hal ini disampaikan Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Pratikno.

    “Yang jelas jajaran Kemendiktisaintek dengan Kemenkeu aktif untuk membahas hal tersebut. Saat ini kami belum dapat update-nya terkait besaran anggarannya,” kata Pratikno kepada wartawan di Kantor Kemenko PMK Jakarta, Selasa (14/1/2025).

    Ia mengatakan, belum mendapatkan perkembangan terkait pembahasan tersebut. Diketahui, Dosen ASN Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi ramai melakukan protes karena tak pernah mendapatkan tukin sejak tahun 2020.

    Protes ini diinisiasi oleh Aliansi Dosen ASN Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (ADAKSI). Mereka telah mengirimkan karangan bunga yang dikirim ke kantor Kemendiktisaintek, Jakarta, Senin (6/1/2025).

    ADAKSI menuntut tiga hal terkait tukin dosen ASN. Pertama, mendesak pemerintah Prabowo Subianto untuk menerbitkan peraturan presiden terkait tukin dosen ASN.

    Kedua, mendesak pemerintah untuk memastikan pemberian tukin bagi dosen ASN telah dianggarkan dalam APBN 2025. Ketiga, memberikan jadwal pasti untuk pelaksanaan pemberian tukin bagi dosen ASN.

    Sebelumnya, Kemendiktisaintek telah mengajukan izin bagi para dosen, dengan jumlah keseluruhan sebesar Rp2,8 triliun. Hal tersebut disampaikan Sekretaris Jenderal Kemdiktisaintek Togar M Simatupang.

    “Jadi, ini adalah satu perjuangan dari Pak Menteri untuk memberikan tukin ini yang besarnya Rp2,8 triliun. Kami telah mengajukan kepada Kementerian Keuangan dan Badan Anggaran (Banggar) DPR,” kata Togar.

  • Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat Program Kemendikdasmen

    MEG,Jakarta: Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memperkenalkan Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat. Program ini dirancang untuk menciptakan generasi muda Indonesia yang sehat, cerdas, dan berkarakter unggul.

    Selain itu, program ini juga mengajarkan anak Indonesia menanamkan kebiasaan positif. Utamanya dalam membangun karakter kuat, peduli sosial, dan bertanggung jawab.

    Berikut 7 kebiasaan Anak Indonesia Hebat.

    1. Bangun Pagi

    Bangun pagi adalah kebiasaan yang terlihat sederhana tetapi memiliki dampak besar dalam kehidupan sehari-hari anak. Kebiasaan ini melatih kedisiplinan anak dalam mengatur waktu, sehingga mereka terbiasa memulai hari dengan penuh semangat.

    Selain itu, kebiasaan bangun pagi memberikan waktu ekstra bagi anak untuk melakukan berbagai aktivitas produktif yang dapat mendukung keseimbangan fisik dan mentalnya.

    2. Beribadah

    Kebiasaan beribadah mengajarkan anak untuk membangun hubungan spiritual yang kuat dengan Tuhan sejak dini. Melalui ibadah, anak-anak belajar nilai-nilai moral, etika, dan sosial yang menjadi dasar pembentukan karakter mereka.

    Beribadah juga membantu anak memahami pentingnya menjalani hidup dengan tanggung jawab dan kejujuran, sehingga menciptakan individu yang berintegritas.

    3. Berolahraga

    Olahraga membantu menjaga kesehatan fisik dan mental anak agar tetap bugar dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Selain meningkatkan kebugaran tubuh, olahraga juga mengajarkan nilai-nilai sportivitas seperti kerja keras, ketekunan, dan kejujuran.

    Melakukan olahraga secara rutin juga meningkatkan daya tahan tubuh anak dan membantu mereka memiliki kemampuan fokus yang lebih baik selama proses belajar.

    4. Makan Sehat dan Bergizi

    Mengonsumsi makanan sehat dan bergizi adalah kebiasaan penting untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak secara optimal. Melalui kebiasaan ini, anak-anak diajarkan pentingnya menjaga kesehatan tubuh sejak usia dini.

    Makanan yang kaya nutrisi tidak hanya membantu menjaga kebugaran fisik, tetapi juga berkontribusi dalam meningkatkan konsentrasi dan daya ingat anak saat belajar.

    5. Gemar Belajar

    Rasa ingin tahu yang tinggi menjadi cikal bakal kebiasaan gemar belajar pada anak-anak Indonesia. Kebiasaan ini mengajarkan mereka untuk terus mengembangkan kreativitas, memperluas wawasan, dan menemukan berbagai potensi diri.untuk terus mengembangkan kreativitas, memperluas wawasan, dan menemukan berbagai potensi diri.

    Anak-anak yang gemar belajar tidak hanya mengasah kemampuan intelektual, tetapi juga membangun sikap rendah hati dan empati terhadap sesama.

    6. Bermasyarakat

    Bermasyarakat adalah kebiasaan yang mengajarkan anak untuk aktif terlibat dalam kehidupan sosial di lingkungan sekitarnya. Melalui kegiatan sosial, budaya, atau lingkungan, anak-anak belajar nilai gotong royong, kerja sama, dan saling menghormati.

    Kebiasaan ini membantu anak memahami pentingnya toleransi, keadilan, serta rasa tanggung jawab terhadap sesama dan lingkungan di sekitarnya.

    7. Tidur Cepat

    Tidur tepat waktu merupakan kebiasaan yang mendukung kesehatan fisik dan mental anak dalam kesehariannya. Anak-anak yang memiliki waktu tidur cukup akan bangun pagi dengan tubuh segar dan pikiran yang siap menerima pelajaran baru.

    Kebiasaan tidur cukup juga meningkatkan kualitas perkembangan otak anak, daya ingat, serta kemampuan konsentrasi yang lebih baik selama proses belajar.

    Menanamkan tujuh kebiasaan ini sejak dini membantu anak tumbuh menjadi pribadi yang disiplin, sehat, dan berkarakter. Kebiasaan positif tersebut bermanfaat bagi perkembangan diri anak sekaligus berkontribusi membangun masyarakat yang lebih baik. (Ersan)

  • Jangan Penasaran, Segera Cek Status Penerima PIP 2025

    MEG,Jakarta: Program Indonesia Pintar (PIP) membantu siswa dari keluarga kurang mampu untuk mendapatkan akses pendidikan yang lebih baik. Setiap tahun, masyarakat dapat memeriksa status penerima PIP secara online melalui situs resmi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

    Dengan kemajuan teknologi, proses pengecekan penerima dana PIP menjadi lebih mudah. Orang tua dan siswa hanya perlu mengakses platform digital menggunakan ponsel atau komputer.

    Hal ini meningkatkan transparansi dan kenyamanan. Selain itu, sistem yang lebih modern memastikan proses yang cepat dan akurat.

    Cara Cek Status Penerima Dana PIP 2025 Secara Online

    Pengecekan dilakukan melalui situs resmi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan berikut ini:

    1.Akses Situs Resmi

    Langkah pertama adalah mengunjungi situs resmi Program Indonesia Pintar di pip.kemdikbud.go.id. Pastikan perangkat seperti ponsel atau komputer terhubung dengan internet yang stabil.

    2.Siapkan Data Diri

    Sebelum mengecek, pastikan data penting seperti NISN, NIK, dan tanggal lahir siswa sudah siap. Data ini diperlukan agar informasi yang diinput sesuai dan valid.

    3.Masukan Data ke FormulirSetelah mengakses situs resmi PIP, masukkan data diri seperti NISN, NIK, dan tanggal lahir siswa dengan cermat. Pastikan semua informasi yang dimasukkan sesuai dengan dokumen resmi untuk menghindari kesalahan.

    4.Periksa Status Penerimaan

    Setelah mengisi formulir dengan lengkap, sistem akan memproses data dan menampilkan status penerimaan dana PIP. Anda dapat melihat apakah siswa terdaftar sebagai penerima dana PIP beserta informasi tambahan jika tersedia.

    Dengan mengikuti langkah ini, Anda bisa cek status penerima dana PIP 2025 secara online. Pastikan siswa yang Anda wakili telah terdaftar untuk bantuan pendidikan pemerintah.

  • MPR Dorong Manajemen Konflik Berbasis Sekolah Cegah Kekerasan

    MEG,Jakarta: Wakil Ketua MPR, Lestari Moerdijat mendorong manajemen konflik berbasis sekolah diwujudkan untuk menekan angka kasus kekerasan di sekolah. Ia menyebut, manajemen konflik berbasis sekolah juga dapat mewujudkan lingkungan belajar yang aman bagi generasi penerus bangsa.

    “Perlu ada upaya yang segera untuk meningkatkan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) pendidikan. Diharapkan agar mampu mengelola dan menangani konflik yang terjadi di sekolah,” ujar Lestari dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Minggu (8/12/2024).

    Lestari menjelaskan, data FSGI Januari hingga September 2024 terdapat 36 kasus kekerasan di sekolah dengan korban 144 siswa. JPPI mencatat angka yang lebih tinggi 293 kasus kekerasan di sekolah dengan kekerasan seksual sebagai jenis banyak dilaporkan.

    “Berbagai konflik yang terjadi di sekolah harus segera diatasi dengan membangun manajemen konflik yang dikelola para SDM pendidik. Tujuannya, agar tidak ada lagi generasi penerus bangsa yang menjadi korban kekerasan sebagai dampak dari konflik di sekolah,” katanya.

    Lestari menambahkan, SDM pendidik harus dibekali kemampuan mengelola konflik di sekolah, sehingga konflik dapat diselesaikan tanpa menimbulkan kerusakan. Dengan rendahnya potensi konflik, proses belajar dan mengajar dapat berjalan dengan aman dan menyenangkan bagi para peserta didik.

  • Kemendikdasmen Rancang Pembelajaran Coding Pelajaran Pilihan Sekolah

    MEG,Jakarta: Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengatakan, pihaknya mulai merancang kebijakan pembelajaran coding. Nantinya, coding akan menjadi mata pelajaran pilihan di sekolah sebagai bagian dari kurikulum mata pelajaran pilihan di sekolah.

    Hal itu dilaporkan Mu’ti kepada Presiden Prabowo saat bertemu di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (26/11/2024). “Kami menyampaikan terkait dengan beberapa yang menjadi kebijakan kami untuk pembelajaran coding sebagai kurikulum atau mata pelajaran pilihan di sekolah,” katanya.

    Ia mengatakan, pelajaran coding masih dikaji dan direncanakan mulai diterapkan di sekolah dasar. Dimana pelajaran ini bisa dimulai dari kelas 4 SD atau tingkatan selanjutnya.

    “Itu bisa kita selenggarakan sebagai bagian dari materi pelajaran pilihan di sekolah. Dan Pak Presiden sangat mendukung untuk pembelajaran coding di sekolah,” ujarnya.

    Mu’ti mengungkapkan, coding sendiri memiliki tiga variasi. Yaitu coding yang dilakukan secara online (internet based), coding tidak menggunakan internet (unplugged), dan coding unplugged serta tidak ada paket khusus tapi berupa alat permainan.

    “Sehingga dengan variasi ini, kami melihat di lapangan praktiknya coding itu diselenggarakan dalam dua mata pelajaran. Yang dia online itu di mata pelajaran teknik informatika tapi yang tidak itu bisa di mata pelajaran keterampilan,” katanya.

    “Sehingga dia bisa saja coding ini tidak menambah mata pelajaran hanya merubah isi mata pelajaran yang sudah ada. Nah dengan cara begitu maka kami mungkin tidak perlu menambah guru tapi hanya melatih guru yang mengajar coding,” ujarnya.

  • MTs N 1 Way Kanan Peringati Perayaan Hari Guru Nasional

    MEG,Way Kanan : MTs Negeri 1 Way Kanan menggelar upacara peringatan Hari Guru Nasional berlokasi di halaman Madrasah. Senin (25/11/2024).

    Kepala MTs N 1 Way Kanan, M.Nasihin Haq, menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh guru atas dedikasi dan pengabdian dalam mencerdaskan generasi bangsa.

    Ia juga menekankan pentingnya kerja keras dan semangat juang para pendidik dalam membentuk karakter dan intelektualitas siswa.

    “Peringatan Hari Guru ini bukan hanya sebagai momen untuk mengenang jasa para guru, tetapi juga sebagai ajang untuk memperkuat komitmen kita dalam menciptakan pendidikan yang berkualitas,” ujar Nasihin.

    Ia menambahkan, tantangan di era modern seperti saat ini semakin kompleks. Perkembangan teknologi, derasnya arus informasi, dan dinamika sosial menuntut guru untuk beradaptasi, bahkan bertransformasi.

    Dirinya berharap dengan pelaksanaan perayaan hari guru nasional 2024 menjadi momentum untuk semakin mempererat hubungan antara guru dan siswa, serta meningkatkan semangat pendidikan di lingkungan Madrasah.