Kategori: Lampung Tengah

  • Bupati Ardito Wijaya Siapkan 2,558 Milyar Hibah Bantuan Keuangan kepada 8 Partai Politik di Lampung Tengah

    Lampung Tengah– Bupati, dr. Ardito Wijaya Akan menyerahkan hibah bantuan keuangan kepada 8 partai politik di Kabupaten Lampung Tengah.

    Bantuan akan diserahkan Bupati Ardito Wijaya kepada Ketua dan Bendahara partai yang dalam rangka penyerahan bantuan keuangan partai politik di Kabupaten Lampung Tengah tahun anggaran 2025 di Pemkab Lampung Tengah, Kamis (17/7/2025).

    Bupati Ardito Wijaya, pada kesempatan tersebut berharap silaturahmi dan bantuan keuangan kepada partai politik dapat semakin menguatkan demokrasi di Lampung Tengah yang pada akhirnya dapat membangun dan memajukan Kabupaten Lampung Tengah.“Saya harap bantuan keuangan ini dapat menjadi motivasi kader-kader partai politik untuk bersama-sama membangun dan memajukan daerah,” ujarnya.

    Ia menyampaikan apresiasi kepada partai politik penerima Bantuan Partai Politik (Banparpol) yang telah bersinergi dengan baik sehingga laporan hasil pemeriksaan BPK atas pengelolaan Banparpol tahun 2024 turut berkontribusi dalam pencapaian Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) untuk pengelolaan keuangan Pemkab Lampung Tengah tahun 2024.

    Bupati juga mengakui jika bantuan keuangan yang diberikan kepada Parpol masih kurang untuk biaya operasional dan penggerak sumber daya partai, namun Ia meminta untuk terus dipertahankan bantuan keuangan parpol dari APBD.

    Lebih jauh Bupati berharap Banparpol dapat digunakan sebaik mungkin untuk meningkatkan demokrasi di Lampung Tengah.

    “Mohon maaf bisa bantuan belum sesuai dengan harapan, dan sekali lagi saya mengucapkan terima kasih, kami butuh dukungan dari semua partai untuk membangun Lampung Tengah, karena kami tidak mungkin sanggup kalau hanya bertiga dengan Wakil Bupati dan Sekda,” lanjutnya.

    Sementara Kepala Badan Kesbangpol menjelaskan, 8 partai politik di Lampung Tengah yang menerima hibah bantuan keuangan yaitu Partai , Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Amanat Nasional (PAN),Partai Golkar, Partai Gerindra, dan Partai Nasdem, dengan total bantuan sebesar 2.558.825.500,00 Rupiah.

    “Bantuan ini dimaksudkan untuk meningkatkan sinergitas pemkab dengan partai politik serta mewujudkan tata kelola partai politik yang modern, profesional dan akuntabel,” katanya.

    Penyerahan bantuan keuangan tersebut merupakan tindak lanjut Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 36 tahun 2018 tentang tata cara perhitungan, Penganganggaran dalam APBD dan tartib administrasi pengajuan, penyaluran dan laporan pertanggung jawaban penggunaan bantuan keuangan partai politik.Serta Keputusan Bupati Lam-teng nomor 83./KPTS/B.a.Vll.06/2025 tahun 2025 tentang penetapan besaran nilai bantuan keuangan kepada Partai politik yang memperoleh kursi di DPRD Kabupaten Lampung Tengah tahun 2025.

    Adapun kriteria Partai Politik yang mendapatkan hibah bantuan keuangan yakni partai politik yang mendapatkan kursi di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lampung Tengah, dan Besaran nominal yang diserahkan, disesuaikan dengan jumlah perolehan suara sah hasil Pemilu.*** (Ersan)

  • LPPNRI Kritik 100 Hari Kerja Bupati LAM-TENG: “Jauh dari Harapan Masyarakat”

    Memasuki 100 hari masa kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Lam-teng yang baru, Lembaga Pemantau Penyelenggara Negara Republik Indonesia (LPPNRI) menyampaikan evaluasi kritis terhadap capaian dan arah kebijakan pemerintah daerah. Menurut Ersan Ketua Lembaga Pemantau Penyelenggara Negara Republik Lampung Tengah, hingga saat ini, pemerintahan baru belum menunjukkan perubahan signifikan yang dijanjikan saat masa kampanye.Lembaga Pemantau Penyelenggara Negara Republik Indonesia tersebut, menilai bahwa kepemimpinan yang baru belum mampu memaksimalkan kinerjanya. Sejumlah program dan janji kampanye yang sempat digaungkan, dinilai masih bersifat retoris dan belum terlihat implementasi konkret di lapangan. Hal ini menimbulkan kekecewaan di tengah masyarakat, khususnya kalangan tokoh masyarakat, pemuda dan pelajar yang berharap ada perubahan nyata.

    Ketua Umum LPPNRI, Ersan, menyatakan bahwa janji kampanye yang disampaikan Bupati dan Wakil Bupati saat mencalonkan diri, seharusnya mulai terlihat dalam bentuk aksi nyata, bukan hanya sebatas wacana Berbenah.“Kami menganggap setelah bupati dilantik sampai 100 hari kerja, kami belum melihat kinerja bupati dan wakilnya. Terutama di bidang pendidikan dan pembangunan,” ungkap Ersan, Senin (14/7/2025).

    Ersan, menegaskan bahwa momentum 100 hari kerja seharusnya dijadikan titik tolak bagi evaluasi kinerja pemerintahan. Ia mengatakan bahwa sejauh ini belum ada kebijakan konkret yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat, termasuk pembangunan infrastruktur dan peningkatan kualitas pendidikan.

    Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa Tim Pemantau LPPNRI mencatat sejumlah poin penting dalam refleksi 100 hari masa kerja pemerintahan ini. Mereka menilai perlu dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap arah kebijakan dan program prioritas daerah, agar tidak terus menjauh dari kebutuhan riil masyarakat.“Kami mengingatkan, amanah jabatan adalah tanggung jawab besar yang menuntut kerja nyata, bukan sekadar pencitraan,” tegas Ersan.

    Ketua LPPNRI, Ersan, berharap agar pemerintah daerah segera melakukan koreksi terhadap arah kebijakan dan segera menunjukkan komitmen nyata, terhadap pembangunan Kabupaten Lampung Tengah, bukan hanya dengan kata-kata, melainkan dengan aksi yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.(Tim)

  • Bupati Ardito Wijaya Menyambut Kunker Badan Legislasi DPR RI di PT.Humas Jaya Agrotama Terbanggi Besar Lampung Tengah

    Terbanggi Besar,harianexposegelobal.com: Bupati Ardito Wijaya bersama Wakil Bupati I Komang Koheri menyambut dan menerima Kunjungan Kerja Badan Legislasi (Baleg) DPR RI di Kabupaten Lampung Tengah, bertempat di PT. Umas Jaya Agrotama, Terbanggi Besar. Senin (14/7/2025).

    Hadir dalam kunjungan kerja tersebut antara lain, Ketua Rombongan Baleg DPR RI, Bob Hasan beserta Jajarannya, Perwakilan Pemerintah Provinsi Lampung, Pimpinan DPRD Provinsi Lampung, Ketua DPRD Lampung Tengah, Febriyantoni, beserta Anggota DPRD Lampung Tengah, Forkopimda Lampung Tengah, Pimpinan PT. Umas Jaya Agrotama dan Para Kepala Perangkat Daerah terkait dilingkungan Pemkab Lampung Tengah.

    Visi Kabupaten Lampung Tengah 2025-2030 adalah mewujudkan Lampung Tengah Maju, Berdaya Saing, Sejahtera, Berkelanjutan, Adil dan Makmur. sebagian besar masyarakat Lampung Tengah bekerja di sektor pertanian. Untuk mewujudkan visi tersebut maka salah satu misi yang dilaksanakan adalah stabilitas keamanan dan ekonomi daerah, yaitu meningkatkan perekonomian daerah dan masyarakat melalui peningkatan produksi pertanian dan memperkuat ketahanan pangan serta stabilitas harga produk pertanian.

    Bupati Ardito Wijaya menyampaikan permasalahan yang ada di Lampung Tengah berkaitan dengan harga karena belum semua pengusaha tapioka yang ada di Lampung Tengah melaksanakan ketetapan Gubernur Lampung mengenai harga ubi kayu. sehingga harga ditingkat petani yang masih fluktuatif mulai dari kisaran 900-1350 rupiah per kg. potongan refaksi yang beragam mulai dari 25-40% tentunya juga menjadi kendala bagi petani ubi kayu di Lampung Tengah.

    Dalam rangka mengatasi hal tersebut, Bupati Ardito Wijaya memyampaikan, Pemerintah Daerah Kabupaten Lampung Tengah telah melakukan pendekatan dan kerjasama dengan pengusaha tapioka melalui diskusi-diskusi untuk mencari solusi bagi petani dan pengusaha tapioka. kami juga telah melakukan pengawasan distribusi pupuk subsidi untuk tanaman ubi kayu agar tersalurkan tepat waktu dan tepat sasaran. untuk mengatasi permasalahan sulitnya bibit unggul untuk ubi kayu, kami juga sudah melakukan kerjasama dengan kementerian pertanian melalui balai penelitian aneka kacang dan ubi.(Red)

  • KEPSEK SMAN 1 KOGA LAMTENG R.SURYA DAMAYANTI HALALKAN KEGAITAN YANG DIDUGA PRAKTIK PUNGLI DAN TAK INDHAKAN LARANGAN KEMENDIKBUDRISTEK RI

    Kemendikbudristek Larang Pemungutan Biaya Psikotes Rp100 Ribu Di SPMB SMA Negeri, Praktik Tersebut Dinilai Pungli.

    Lampung Tengah: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) Republik Indonesia menegaskan bahwa sekolah menengah atas negeri (SMA Negeri) tidak diperbolehkan memungut biaya dalam bentuk apa pun, termasuk biaya psikotes sebesar Rp100 ribu, dalam proses Seleksi Peserta Didik Baru (SPMB). Pemungutan tersebut dinilai melanggar aturan yang berlaku dan masuk dalam kategori pungutan liar (pungli). Senin,14-07-2025

    Larangan ini disampaikan langsung oleh pihak Kemendikbudristek menyusul temuan di sejumlah daerah yang masih melakukan pemungutan biaya tes psikologi sebagai salah satu syarat penerimaan siswa baru. Padahal, menurut Permendikbud No. 1 Tahun 2021 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), sekolah negeri tidak diperbolehkan memungut biaya karena pembiayaan pendidikan dasar dan pertama serta menengah atas ditanggung oleh pemerintah.

    “Pemungutan biaya psikotes oleh SMA Negeri dalam rangka PPDB tidak dibenarkan. Jika ada sekolah yang tetap melakukannya, maka itu termasuk pungli dan bisa dikenakan sanksi,” tegas Juru Bicara Kemendikbudristek, dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi.

    Kemendikbudristek juga mengimbau seluruh kepala dinas pendidikan provinsi dan kabupaten/kota untuk segera menindaklanjuti jika ditemukan praktik serupa di wilayahnya. Masyarakat juga diminta untuk melaporkan apabila mengalami atau mengetahui adanya pungutan tidak resmi saat proses penerimaan siswa baru di sekolah negeri.

    “Praktik seperti ini mencederai semangat pendidikan gratis dan inklusif yang telah diamanatkan oleh undang-undang,” lanjutnya.

    Kemendikbudristek menegaskan komitmennya untuk memastikan proses penerimaan peserta didik baru berjalan secara adil, transparan, dan bebas dari pungutan liar. Penggunaan psikotes, jika memang dianggap perlu, harus disediakan tanpa membebani orang tua atau wali murid.

    Dari hasil konfirmasi kepala sekolah SMA NEGRI 1 Kota gajah kabupaten Lampung tengah R. SURYA DAMAYANTI, M. Pd. Membenarkan dan menghalalkan kegiatan praktik yang diduga pungli dengan dalih

    “Asslamualaikum wr wb.
    Yth. Bapak Kadis, sy Surya Damayanti Kepala SMAN 1 Kota Gajah ijin utk konfirmasi terkait dengan berita yg beredar ttg tes IQ 100rb/siswa. Kami tdk memaksa siswa baru ikut tes IQ di SMAN 1 Kota Gajah yg dilaksanakan oleh pihak ke-3. Siswa boleh ikut tes IQ di mana saja, yg kami butuhkan adalah data² hasil tes IQ untuk pihak sekolah. Kami hanya memfasilitasi agar data yg kami butuhkan sdh ada saat sebelum pembelajaran dimulai. Data yg kami butuhkan adalah utk keperluan:
    1. Data gaya belajar siswa utk pembelajaran diferensiasi, data kelompok belajar cepat (KBC) untuk sekolah SKS, dan data minat bakat siswa utk pemilihan mapel di kls XI, serta bimbingan karir siswa kls XII
    2. Hasil Tes IQ di bawa pulang oleh orang tua sebagai bahan utk komunikasi antara pihak sekolah dan org tua utk memantau perkembangan belajar siswa dan bimbingan karir siswa.
    Demikian yg bisa saya sampaikan terkait dengan berita tersebut. Saya mohon maaf sebesar-besarnya kepada Bapak Kadis atas ketidaknyamanan ini. Terima kasih bnyk atas kesempatan yg diberikan kepada saya utk konfirmasi informasi ini.
    Wassalamu’alaikum wr wb.

    Namun sangat disayangkan praktik tes iQ tersebut tidak ada pemberitahuan, hal ini diungkapkan salah satu wali murid peserta didik baru MOSES, mengatakan kami lihat hasil pengumuman di google online offline di sekolah bahwa anak kami diterima sekolah SMA negeri 1 kota gajah dan kami melihat hasil pengumuman bagi siswa murid baru yang diterima diwajibkan untuk daftar ulang di sekolah sesampai kami di sekolah kami mengisi semua formulir dan pertanyaan yang di selebaran kertas yang diberikan oleh panitia.

    Moses salah satu perwakilan wali murid juga ditempat yang sama kami sangat terkejut dikarenakan usai daftar ulang berkas kami malah diwajibkan membayar uang sebesar Rp. 100.000 ( seratus ribu rupiah) untuk membayar tes psikolog dan tes kemampuan, kwitansi pembayaran uang 100rb itu di atas dan yang di bawah itu bukti bahwa kami sudah melakukan daftar ulang di SMA negeri 1 kota gajah berkas itu jadi 1 di streples, kwitansi diatas dan dibawahnya bukti sudah daftar ulang berkas, tapi kami tidak diberitahu bahwa kegiatan ini diwajibkan atau tidak oleh panitia namun kami dikasih kertas kwitansi wajib bayar Rp100.000 baru bisa menebus uang seragam sekolah.

    Kami selaku wali murid adanya kegiatan praktik semacam ini sangat disyangkan karena sekolah unggulan diprovinsi Lampung khususnya dilampung Tengah hanya SMA negri 1 kota gajah yang terlalu lebay karna anak kami sehat wal apiat.

    Dengan kejadian ini kami akan segera melaporkan kepihak pihak terkait terutama ombudsman Republik indonesia khususnya provinsi Lampung dan Lampung Tengah, APH Polres Lamteng serta Kejari Lamteng dan Kejati provinsi Lampung.(*)

  • I Komang Koheri, bersama Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian RI, Taufiq Ratule, Kunker kantor penguluh seputih Raman

    Lampung Tengah.harianexposegelobal.com:Wabup
    I Komang Koheri, bersama Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian RI, Taufiq Ratule, melakukan kunjungan kerja ke Kantor Penyuluh Pertanian Kecamatan Seputih Raman, Jum’at(11/07/2025)

    Kegiatan tersebut di hadiri Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikuktura Kabupaten Lampung Tengah Jumali, Camat Seputih Raman, Camat Seputih Raman,I Made Suryana,forkopimcam, para penyuluh Kecamatan Seputih Raman dan tamu udangan.

    Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya strategis pemerintah dalam mendorong percepatan program swasembada pangan dan meningkatkan efektivitas kegiatan penyuluhan pertanian di daerah.

    Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati I Komang Koheri menyampaikan bahwa sektor pertanian, khususnya hortikultura, memiliki peran vital dalam mendukung ketahanan pangan daerah maupun nasional. Oleh karena itu, kolaborasi antara pemerintah daerah dan pusat menjadi kunci dalam mewujudkan target swasembada yang telah dicanangkan.

    Sementara itu, Dirjen Hortikultura Taufiq Ratule menegaskan pentingnya peran penyuluh pertanian dalam mendampingi petani agar lebih produktif dan inovatif dalam mengelola lahan pertaniannya. Menurutnya, penyuluh merupakan ujung tombak dalam mentransformasikan teknologi dan pengetahuan kepada petani.

    Dalam kunjungan tersebut, rombongan juga berdialog langsung dengan para penyuluh dan petani setempat untuk mendengarkan aspirasi serta tantangan yang mereka hadapi di lapangan. Beberapa isu yang disoroti antara lain ketersediaan benih unggul, akses pupuk bersubsidi, serta kebutuhan alat pertanian modern.

    Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi titik awal penguatan sinergi antara pusat dan daerah dalam meningkatkan produktivitas pertanian serta mendorong kesejahteraan petani di Lampung Tengah.(Red)

  • Ardito Wijaya Menghadiri Syukuran Paskibra Tahun 2025

    Bupati Ardito Wijaya menghadiri acara syukuran Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Lampung Tengah Tahun 2025 yang mewakili di tingkat Provinsi dan Nasional. bertempat di Lapangan Merdeka Gunung Sugih. Rabu (9/7/2025).

    Hadir dalam acara tersebut, antara lain, Kepala Badan Kesbangpol Lampung Tengah, Yasmir Asromi, Ketua Purna Paskibraka Indonesia Kabupaten Lampung Tengah, Imam Fatkhuroji, Para Pelatih dan Paskibraka Lampung Tengah.

    Bupati Ardito Wijaya mengucapkan selamat kepada adik-adik yang telah terpilih sebagai Calon Paskibraka tahun 2025 Tingkat Kabupaten Lampung Tengah, dan yang berhasil mewakili Kabupaten Lampung Tengah ke tingkat Nasional dan Provinsi.

    “ Alhamdulillah di tahun ini Kabupaten Lampung Tengah berhasil meloloskan Paskibraka hingga tingkat Provinsi dan tingkat Nasional, yang terdiri dari 1 (satu) putra dan 1 (satu) putri calon paskibraka yang bertugas di tingkat 0rovinsi, dan 1 putri paskibraka yang di tingkat Nasional, “ ucapnya.

    Paskibraka merupakan pasukan yang terdiri dari pelajar-pelajar terbaik yang telah melalui tahapan seleksi untuk bertugas di tingkat Kabupaten/Kota, tingkat Nasional dan Provinsi.

    Untuk itu, Bupati Ardito Wijaya berharap kepada adik adik Paskibraka untuk membawa nama baik Kabupaten Lampung Tengah. agar dapat menjalankan tugas sebaik-baiknya serta mengharumkan nama Kabupaten Lampung Tengah di tingkat Provinsi dan Nasional.

    Buapti Ardito Wijaya juga berpesan jangan pernah berhenti untuk belajar, jalan kalian masih panjang dan capailah cita-cita setinggi-tingginya.

  • Bupati Ardito Wijaya: Menerima Audiensi menejer unit pelaksana proyek UP2K PLN UID Provinsi Lampung

    Bupati Lampung Tengah, Ardito Wijaya, menerima audiensi strategis dari Manajer Unit Pelaksana Proyek Ketenagalistrikan (UP2K) PLN UID Provinsi Lampung, Putu Kesuma, beserta jajaran, pada Rabu (9/7/2025), bertempat di Nuwo Balak, Rumah Dinas Bupati.

    Pertemuan ini membahas rencana pemasangan jaringan listrik di wilayah Kabupaten Lampung Tengah, khususnya di Kampung Mataram Udik dan Way Terusan, guna memastikan pemerataan akses listrik di daerah tersebut.

    Turut mendampingi Bupati dalam audiensi ini, Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang Perhimpunan Anak Transmigrasi Republik Indonesia (DPC-PATRI) Lampung Tengah, Wilanda Rizki, S.IP.

    Dalam kesempatan tersebut, Bupati Ardito Wijaya menekankan bahwa listrik merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Ia berharap masyarakat di Mataram Udik dan Way Terusan dapat segera menikmati penerangan listrik sebagaimana daerah lainnya. Bupati juga menyampaikan komitmennya untuk terus mengawal proses tersebut hingga masyarakat benar-benar merasakan manfaat listrik secara merata.

    Menanggapi hal tersebut, Manajer UP2K PLN UID Lampung, Putu Kesuma, menjelaskan bahwa wilayah Mataram Udik telah masuk dalam roadmap PLN tahun 2026. Pihaknya akan menindaklanjuti usulan yang disampaikan dan menjajaki langkah konkret untuk mempercepat proses pemerataan aliran listrik di wilayah tersebut. PLN juga berkomitmen penuh mendukung program pemerataan listrik di Kabupaten Lampung Tengah.

    Selain membahas ketenagalistrikan, audiensi ini juga menyinggung pentingnya menjaga kelestarian lingkungan melalui program penghijauan hutan.

    Secara keseluruhan, pertemuan ini menjadi langkah sinergis antara Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah dan PLN dalam mewujudkan pemerataan akses listrik serta pembangunan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat.(Red)

  • Bupati Ardito Wijaya Meresmikan gedung pastoral wilayah unit Tanjung Mas Kampung Payung Batu Kecamatan Pubian

    Bupati Lampung Tengah, Ardito Wijaya, meresmikan Gedung Pastoral Wilayah Unit Pastoral Tanjung Mas yang terletak di Kampung Payung Batu, Kecamatan Pubian, pada Minggu (6/7/2025).

    Dalam sambutannya, Bupati Ardito menyampaikan bahwa momen ini merupakan kesempatan untuk meningkatkan kesadaran serta apresiasi terhadap pentingnya pelayanan pastoral dalam memperkuat kehidupan rohani umat Katolik.

    “Gedung pastoral ini merupakan simbol komitmen kita untuk meningkatkan kualitas pelayanan umat dan memberikan ruang yang nyaman bagi umat Katolik untuk mengembangkan kehidupan rohani dan sosial, baik di dalam maupun di luar gereja,” ungkapnya.

    Lebih lanjut, Bupati Ardito juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pembangunan gedung tersebut.

    “Saya berharap gedung ini dapat menjadi pusat pelayanan pastoral yang prima dan memberikan manfaat besar bagi masyarakat,” pungkasnya.

    Turut hadir dalam acara peresmian antara lain Anggota DPRD Lampung Tengah, Pastor Paroki Kalirejo, Camat Pubian beserta Forkopimcam, serta tokoh masyarakat dan tokoh agama.(Red)

  • Kepala Dinas Diskominfotik Lam-teng Edi Supena Menyaksikan Langsung Sertijab

    Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) Kabupaten Lampung Tengah, Edi Supena, S.Sos., M.M., menyaksikan langsung Serah Terima Jabatan (Sertijab) dan Pisah Sambut Kepala Bidang Penyelenggaraan Pemerintahan Berbasis Elektronik (PPBE) serta Kepala Bidang Pelayanan Informasi dan Komunikasi Publik.

    Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Siger Mas pada Senin (7/7/2025), dan dihadiri oleh para Pejabat Eselon III dan IV, staf, serta PTHL di lingkungan Diskominfotik Lampung Tengah.

    Dalam sambutannya, Indra Gandi, S.E.—yang sebelumnya menjabat sebagai Kabid PPBE dan kini menempati posisi baru sebagai Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Setdakab Lampung Tengah—menyampaikan terima kasih kepada Kepala Dinas beserta jajaran atas dukungan dan pembinaan selama ia bertugas. Ia juga berharap sinergi yang telah terjalin dapat terus berlanjut dalam bentuk kolaborasi antar-perangkat daerah.

    Kepala Dinas Kominfotik Lampung Tengah, Edi Supena, turut menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para pejabat lama atas dedikasi dan kontribusi mereka. Ia juga mengucapkan selamat kepada para pejabat baru dan berharap mereka mampu melanjutkan serta meningkatkan kinerja di bidang masing-masing.

    “Semoga pejabat yang bertugas di tempat baru dapat menjadi corong informasi Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah dan menjelaskan peran penting Diskominfotik dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat,” ujar Edi.

    Adapun pejabat yang mengalami pergantian jabatan antara lain:

    Indra Gandi, S.E.: dari Kabid PPBE Diskominfotik menjadi Kabag Kesra Setdakab Lampung Tengah.

    Hajirin: dari Kabid Pelayanan Informasi dan Komunikasi Publik menjadi Kabag Umum Setdakab Lampung Tengah.

    Ari Puspa Dewi: menjabat sebagai Kabid Pelayanan Informasi dan Komunikasi Publik menggantikan Hajirin.

    Yulius Joko Susilo: menjabat sebagai Kabid Statistik dan Persandian.

    Pergantian ini diharapkan membawa semangat baru dalam mendukung visi dan misi Kabupaten Lampung Tengah yang informatif dan adaptif terhadap perkembangan teknologi informasi.

  • Sandi Armoko Ketua Gapoktan Lam-teng Segera Selesaikan Keluhan Petani, Seperti Pupuk, Harga Gabah, dan Pasokan Air.

    LAMPUNG TENGAH – (harianexposegelobal.com) – Banyak petani di Lampung Tengah menjual harga gabah di bawah harga eceran tertinggi (HET).
    Terkait persoalan ini Ketua Gapoktan Lampung Tengah Sandi Armoko yang baru saja dilantik berjanji segera menyelesaikan masalah petani, seperti pupuk, harga gabah, dan pasokan air.
    Sandi mengatakan, sejauh ini permasalahan yang masih sering dialami oleh para petani adalah harga Gabah yang masih di bawah Rp 6.500 per kg.
    “Selama ini petani, khususnya di Lampung Tengah, masih kesusahan. Serapan Gabah oleh Bulog masih minim atau tidak sebanding, sehingga banyak yang menjual ke tengkulak dengan harga di bawah HET,” ujarnya, Rabu (26/6/2025).
    Selain itu, permasalahan yang masih dialami petani di sejumlah wilayah adalah keterbatasan air.
    Sandi mengatakan, ada petani yang tidak bisa menerapkan metode 3 musim tanam padi karena jatah air hanya untuk 2 musim.
    Menurutnya, hal itu menjadi kendala untuk meningkatkan produktivitas hasil tanam padi, karena pada musim ketiga petani hanya bisa menanam palawija.

    “Ke depan kami akan berupaya untuk tahun depan permasalahan air bisa selesai, dan mengusahakan serapan Gabah dari bulog lebih banyak lagi,” kata Sandi.
    Sandi juga mengharapkan dukungan dari pemerintah daerah untuk penerapan teknologi terbarukan untuk petani.
    Seperti alat dan mesin pertanian yang dinilai dapat memudahkan pekerjaan petani di Lampung Tengah.
    Selain itu, bibit padi unggul yang dapat menunjang produksi dan meningkatkan hasil.
    Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya optimistis dapat menghasilkan produksi 1 juta ton di tahun 2025.
    “Sejauh ini, produksi padi pada musim tanam pertama tercatat sudah ada 48 ribu ton. Dan target 1 juta ton akan berusaha kami capai,” katanya.
    Menurut Ardito, upaya pemenuhan target produkti 1 juta ton dilakukan dengan meningkatkan kuantitas hasil produksi per hektarenya.
    Dia mengatakan, dalam hal ini dukungan pemerintah daerah untuk Gapoktan akan maksimal.
    “Support kami full untuk petani karena dalam rangka mendukung program Presiden Prabowo. Dalam lingkup Provinsi Lampung, kami menyadari bahwa Lampung Tengah yang paling diharapkan dan harus mampu jadi andalan yang mampu mencapai target dan bahkan melebihi target tersebut,” tutupnya. (Tim-Red)