Kategori: Lampung Tengah

  • 65 Pejabat Administrator, Pengawas dan Fungsional di Lamteng Resmi Dilantik, Termasuk Camat berikut Nama Duduki Jabatan

    GUNUNGSUGIH –harianexposegelobal.com: Bupati Lampung Tengah (Lamteng) Hi. Ardito Wijaya, M.KM secara resmi melantik Pejabat Administrator, Pengawas dan Fungsional di Lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamteng. Selasa (1/7/2025).

    Pelantikan dan pengambilan sumpah terhadap puluhan pejabat tersebut berlangsung di Gedung Sesat Agung dan Nuwo Balak, Gunungsugih dan dihadiri oleh Wakil Bupati I Komang Koheri, Sekdakab Lamteng Welly Adiwantra, Forkopimda serta sejumlah organisasi perangkat daerah.

    Pelantikan 65 Pejabat di Pemkab Lampung Tengah 

    Dalam sambutannya, Bupati Lamteng Ardito Wijaya mengucapkan selamat atas dilantiknya para pejabat baik Administrator, Pengawas maupun Fungsional yang akan menjalankan tugas di tempat yang baru.

    “Buat yang mendapat posisi baru, jaga semangat, tunjukkan bahwa Baperzakat tidak salah menilai. Sehingga akhirnya bisa merubah persepsi pandangan dari penilai,” ujarnya.

    Orang nomor satu di Kabupaten berjuluk Beguwai Jejamo Wawai ini berharap dengan dilantiknya puluhan pejabat bisa menimbulkan semangat-semangat baru dibeberapa OPD. Sehingga kemajuan di Kabupaten Lamteng dapat dirasakan oleh masyarakat.“Semoga yang hari inu dilantik dapat bekerja maksimal untuk membantu kami berdua membawa Kabupaten Lampung Tengah menjadi yang lebih baik lagi kedepannya,” harapnya.(ndo/rid).

    Untuk diketahui, sebanyak 65 pejabat mulai dari pejabat administrator, pengawas maupun fungsional telah dilantik. Dimana, dari jumlah teresbut terdalat 6 pejabat eselon III yang menempatkan jabatan sebagai camat di sejumlah kecamatan. Berikut enam nama pejabat yang menduduki jabatan sebagai camat.

    Theni Vandra, SE. M.M – Camat Seputih Banyak.
    Rikha Ananta, S.I.P, M.H.- Camat Bumiratunuban.
    Dahrif Ansori – Camat Buminabung.
    Samsul Arif, S.I.P- Camat Selagai Lingga.
    Andri Yulizar, S.E – Camat Terusan Nunyai
    Ahmadi – Camat Seputih Agung

  • Polsek Terbanggi Besar Menerima 2 Penghargaan dan Juara Lomba Dari Kapolres Lampung Tengah Di HUT Bayangkara 79

    Lampung Tengah:harianexposegelobal.com: Polsek Terbangi Besar meraih berbagai penghargaan dalam peringatan Hari Bhayangkara ke-79 yang dilaksanakan pada Selasa (1/7/25). Penghargaan yang diterima oleh jajaran kepolisian di wilayah tugas Polres Lampung Tengah itu tidak hanya pada tingkatan Polres saja namun juga di tingkat Polda Lampung

    Adapun Polsek Terbanggi Besar Polres Lampung Tengah berhasil meraih juara Kedua dalam ajang Lomba Voli ibu Bayangkari dan mendapatkan 2.penghargaan
    1.Beberapa ungkap kasus 365, Curas /begal atensi dan Viral.
    2.serta penghargaan ungkap kasus Home industri senjata api rakitan
    , Atas keberhasilannya itu Kapolsek Terbanggi Besar AKP Dailami SH bangga terhadap jajaran yang sudah bekerja secara cepat dalam merespon kasus kasus yang ada di wilayah hukum Polsek Terbanggi Besar Lampung Tengah.

    Sementara dalam rangka Hari Bhayangkara ke-79 di tingkatan Polsek Terbanggi Besar,Polres Lampung Tengah, juga berhasil meraih berbagai juara 2 lomba antar Polsek sejajaran.

    AKP Dailami SH mengatakan, penghargaan yang berhasil diraih pihaknya tentu tidak lepas dari kerjasama dan kerja keras seluruh personel Polsek Terbanggi Besar. Ia pun berharap adanya kerjasama yang sudah terjalin selama ini bisa terus berlanjut dan ditingkatkan lebih baik lagi. “Raihan ini merupakan hasil kerja keras seluruh personel Polsek Terbanggi Besar, sehingga kita bisa meraih hasil yang terbaik serta mendapatkan 2 Penghargaan dan 1Juara 2 voli tingkat Polres ,” ujarnya, Selasa (1/7/25).

    Sementara itu, Kapolres Lampung Tengah AKBP Alshendra S,I,K,MH.berharap adanya penghargaan yang sudah diterima bisa meningkatkan kinerja kepolisian dalam tugasnya sebagai pelayan masyarakat.
    Serta dapat menjadi inspirasi dan motivasi bagi seluruh personel polres Lampung Tengah.

    Ia pun meminta agar setiap jajaran diwilayah tugas polres Lampung Tengah bisa terus memaksimalkan tugas pokok dan fungsinya masing-masing, sehingga kemudian institusi kepolisian bisa bener bener dan lebih bermanfaat bagi masyarakat Lampung Tengah.”sya berharap dengan pemberian penghargaan tersebut dapat menjadi motivasi kinerja yang lebih baik lagi sebagai pelayan masyarakat.tutup Kapolres.(Tim)

  • Sambut Bulan Muharram Badan Dakwah Islam Pertamina Patra Niaga Lampung laksanakan doa Bersama dan Santunan.

    Bandar Lampung, harianexposegelobal.com:
    Menyambut Bulan Muharram dan memperingati tahun baru Islam 1447 H, Badan Dakwah Islam Pertamina Patra Niaga Lampung, Regional Sumbagsel melakukan doa bersama dan santunan anak yatim di Panti Asuhan Bussaina di jl.untung suropati no 86 Bandar Lampung dan Panti Asuhan Raden Ajeng Ratu Balqis di Jl.Bukit 1 Kota Baru Bandar Lampung.

    Acara Doa bersama dan memberikan santunan secara khusyu diikuti oleh keluarga besar Pertamina Patra Niaga Sumbagsel dan Anak-anak Panti Asuhan yang dipimpin para Ustad pengasuh Panti Asuhan tsb.

    Musihidayat selaku ketua Badan Dakwah Islam Pertamina Patra Niaga Sumbagsel menyampaikan bahwasanya kegiatan positif ini selain untuk menyambut Tahun baru Islam juga sebagai sarana refleksi untuk mengucapkan syukur kepada ALLAH Tuhan Yang Maha Kuasa atas karunia yg diberikan, kemudian berbagi kepada Anak-anak yg membutuhkan, serta bermunajat memohon ridho dan pertolongan ALLAH.

    Dalam kegiatan tsb selain dalam bentuk tali asih,Badan Dakwah Islam (BDI) Pertamina Patra Niaga Lampung juga memberikan berbagai macam kebutuhan anak seperti sembako, popok, susu, telur, biskuit dll. Musihidayat menambahkan harapan kami dapat membantu yayasan panti asuhan serta meringankan beban adek-adek sekalian. Semoga kegiatan positif seperti ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan,pungkasnya.(Red)

  • Pilih Kasih di Balik Kemasan Berbenah, Sejumlah Oknum Dinas membagikan kopelan’ Tuai Sorotan

    Lampung Tengah:harianexposegelobal:com: Pilihan Langsung (PL) Pekerjaan Fisik yang baru-baru ini diadakan oleh Sejumlah Dinas, Kabupaten Lampung Tengah justru memunculkan aroma ketidak adilan.

    Alih-alih Berbenah sejumlah oknum Dinas membagikan kopelan’ kegiatan fisik pilihan langsung PL, pembagian kegiatan tersebut menuai kritik tajam lantaran dinilai eksklusif dan diskriminatif.

    Pembagian kegiatan fisik di sejumlah dinas yang semestinya tidak berseberangan dengan slogan Berbenah’ yang menjadi visi-misi Bupati dan seharusnya stikholder Instansi jajarannya melaksanakan instruksi di setiap pelaksanaan tugasnya dan membangun sinergi antara pemerintah daerah dan masyarakat, bukan justru menciptakan kesan “pilih kasih”.

    Pembangunan kegiatan fisik dari sejumlah oknum Dinas hanya segelintir wilayah disebut-sebut tidak menyentuh seluruh elemen , bahkan cenderung mengabaikan sebagian wilayah kecamatan yang selama ini tidak tersentuh pembangunan.

    Kesan “like and dislike” atau suka dan tidak suka dalam menentukan siapa yang dilibatkan semakin santer terdengar.Sejumlah kalangan menilai, Dinas seolah menjadikan preferensi pribadi sebagai dasar dalam menjalan tugasnya, bukan profesionalisme atau kontribusi tugasnya itu sendiri.

    Ersan, Ketum LPPNRI dan salah satu jurnalis lokal, menilai langkah tersebut sangat disayangkan. dengan kejadian ini Menurutnya, meskinya pembagian kopilan pilihan Langsung (PL) pekerjaan fisik disejumlah titik di-Kabupaten Lampung Tengah adalah hak prerogatif Bupati, Stikholder Dinas seharusnya menjunjung prinsip keadilan.

    “Kalau memang tidak bisa mengakomodasi semua wilayah, cukup tunaskan Proritas Insfratruktur di-Kabupaten Lampung Tengah.
    Jangan sampai malah menciptakan kesenjangan dan memperkeruh suasana,” ujarnya.Lebih lanjut, Ersan menekankan bahwa Bupati Lam-teng semestinya tidak menutup diri terhadap kenerja bawahannya.

    Stikholder instan menjalankan tugas, Pemkab adalah menjamin pemerataan pembangunan yang merata, bukan membentuk lingkaran eksklusif yang hanya menguntungkan segelintir pihak.

    Sementara itu, upaya konfirmasi kepada Pemkab, terkait isu tersebut berakhir tanpa jawaban.

    Pesan yang dikirimkan wartawan melalui WhatsApp pada Jum’at (16/5/2025) tidak direspons, menambah kesan bahwa instansi ini enggan terbuka terhadap kritik.Di tengah ketegangan ini, para jurnalis berharap Bupati Lam-teng segera turun tangan. Jangan sampai, ketimpangan ini terus dibiarkan dan merusak iklim Daerah Kabupaten Lampung Tengah yang seharusnya berjalan sehat dan transparan. (****)

  • Bupati Ardito Wijaya membuka secara resmi Rembuk Paguyuban Gapoktan ( Gabungan Kelompok Tani )

    Lampung Tengah,harianexposegelobal.com: bertempat di Ruang BJW, Komplek Rumah Dinas Bupati. Kamis (26/6/2025).

    Ketua Gapoktan, Sandi Armoko menyampaikan sejauh ini permasalahan yang masih sering dialami oleh para petani adalah harga gabah yang masih dibawah HET atau Rp 6.500.

    “Selama ini petani khususnya di Lampung Tengah masih kesusahan, serapan gabah oleh bulog masih minim atau tidak sebanding, sehingga banyak yang menjual ke tengkulak dengan harga dibawah HET,” ujarnya

    Sandi mengatakan, ada petani yang tidak bisa menerapkan metode 3 musim tanam padi karena jatah air hanya untuk 2 musim saja.

    Menurutnya, hal itu menjadi kendala untuk meningkatkan produktivitas hasil tanam padi, karena musim ketiga petani hanya bisa menanam palawija. “Kedepan kami akan berupaya untuk tahun depan permasalahan air bisa selesai, dan mengusahakan serapan gabah dari bulog lebih banyak lagi,” ujarnya.

    Sementara itu, Bupati Ardito Wijaya mengatakan, pihaknya optimis dapat menghasilkan produksi 1 juta ton di tahun 2025.

    “Sejauh ini, produksi padi pada musim tanam I tercatat sudah ada 48 ribu ton. Dan target 1 juta ton akan berusaha kami capai,” katanya.

    Menurut Ardito, upaya pemenuhan target produkti 1 juta ton dilakukan dengan meningkatkan kuantitas hasil produksi per hektarnya. Dalam hal ini dukungan pemerintah daerah untuk Gapoktan akan maksimal. “Support kami full untuk petani karena dalam rangka mendukung program Presiden Prabowo. Dan dalam lingkup Provinsi Lampung kami menyadari bahwa Lampung Tengah yang paling diharapkan dan harus mampu jadi andalan yang mampu mencapai target dan bahkan melebihi target tersebut,” pungkasnya.(Red)

  • Kembali Terjadi, Diduga Dinas Pendidikan Kabupaten Lampung Tengah Bagi-bagi Proyek 78 PL

    Pendidikan Lampung Tengah:harianexposegelobal.com.
    Kembali terjadi seperti ditahun 2025 pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Lampung Tengah Propinsi Lampung dalam mengejar penyerapan anggaran diduga sejumlah pihak melakukan bagi-bagi proyek pengajuan langsung (PL) di bulan Juni tahun 2025 ini.

    Dalam Catatan LPSE E-catalog Pembangunan Laboratorium smp swasta berjumlah 4 sekolah dengan masing-masing nilai pagu anggaran sebesar Rp 210.000.000, Rehab smp negeri sebanyak 6 sekolah nilainya masing-masing Rp 450.000.000, pembangunan jamban disejumlah SD negeri 36 masing-masing nilainya Rp 125.000.000, Rehab SD negeri sebanyak 66 dengan masing-masing Rp 450.000.000 ditambah 2 SD negeri masing-masing Rp 600.000.000.

    Terlihat dari amanatan wartawan ini secara langsung di ruangan Sarpras Dinas Pendidikan Kabupaten Lampung Tengah ada sejumlah oknum sedang mengantri untuk mendapatkan panggilan di berikan proyek oleh pejabat Sarpas Dinas Pendidikan Kabupaten Lampung Tengah, Juni 2025).

    Dalam bagi-bagi Proyek PL tersebut, dikatakan sumber tim Relawan, bahwa bagi-bagi proyek dilakukan oleh oknum tertentu dilingkungan Dinas Pendidikan Kabupaten Lampung Tengah.

    Bagi-bagi proyek kepada orang yang bukan pemilik tanda daftar rekanan, itu sangat menyalahi aturan apalagi ke Profesi Tim Relawan. Janganlah mentang-mentang proyek PL itu tidak melalui proses lelang terbuka, lantas diberikan kepada oknum-oknum tertentu saja atau disebut tidak memiliki tanda daftar rekanan (TDR), ujar Ketum LPPNRI Ersan.

    Hal tersebut tim Media mencoba konfirmasi ke Kabid Dikdas Pendidikan Inisial (A) mengatakan, Waalaikumsalam wr wb Di bidang Sarpras semuanya dengan tim.” Ujarnya kepada Tim Media melalui pesan WhatsApp, Kamis (23/06/25).

    Disisi lainnya Kadis Pendidikan dan pejabat lainnya tidak bisa ditemui Tim Media untuk wawancara hingga berita ini dimuat.(Tim)

  • DPC LPPNRI Usut Dugaan Korupsi Miliaran Rupiah di Dinas Koperasi,UKM dan Perdagangan Lampung Tengah

    Dugaan praktik korupsi dan penyimpangan anggaran di Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Lampung Tengah menjadi Perhatian Serius.

    DPC lembaga sipil, Lembaga Pemantau Penyelenggara Negara Republik Indonesia (LPPNRI), Team Monitoring,melayangkan pernyataan sikap dan desakan resmi kepada aparat penegak hukum.

    Dalam laporan investigatif yang mereka rilis, aliansi ini menyebut terdapat sejumlah indikasi korupsi, kolusi, nepotisme (KKN), hingga gratifikasi yang melekat pada kegiatan dinas selama tahun anggaran 2024 hingga awal 2025. Beberapa Item anggaran yang diPersoalkan antara lain:

    1.Penyediaan Barang Cetakan dan
    Penggandaan
    Rp 268.565.000 Rp 242.963.250

    2.Penyediaan Jasa Pemeliharaan,
    Biaya Pemeliharaan, Pajak, dan
    Perizinan Kendaraan Dinas
    Operasional atau Lapangan
    Rp 185.760.000 Rp 185.118.000

    3.Pemberdayaan Usaha Mikro yang
    Dilakukan melalui Pendataan,
    Kemitraan, Kemudahan Perizinan,
    Penguatan Kelembagaan dan
    Koordinasi dengan Para Pemangku
    Kepentingan
    Rp 113.543.000 Rp 92.317.649

    4.Pelaksanaan Promosi Penggunaan
    Produk Dalam Negeri di Tingkat
    Kabupaten/Kota
    Rp 650.004.900 Rp 645.837.669

    Biaya perjalanan dinas dalam dan luar daerah yang dinilai tidak wajar dan terindikasi mark Up.

    Aliansi juga menemukan dugaan pengondisian paket proyek, belanja pemeliharaan gedung yang tidak sesuai spesifikasi, serta penggunaan SPJ fiktif yang bisa mengarah pada kerugian negara mencapai miliaran rupiah.
    “Kami menilai ini sudah sangat fatal. Ada penyalahgunaan kekuasaan yang melanggar disiplin kepegawaian sebagaimana diatur dalam PP No. 53 Tahun 2010,” ujar Ketum, Ersan, dalam pernyataannya 23 Juni 2025.

    Kami secara tegas menyampaikan tiga tuntutan utama:

    1.Kejati dan Polda Lampung diminta segera mengusut tuntas dugaan kebobrokan tata kelola anggaran di dinas tersebut.

    2.BPKP Provinsi Lampung diminta melakukan audit investigatif atas seluruh kegiatan keuangan di Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Lampung Tengah.

    3.Mengajak masyarakat luas ikut mengawasi dan mengawal pengelolaan dana publik di daerah.

    “Adanya temuan kami ini harus ditindaklanjuti dengan proses hukum yang adil dan transparan. Jika dibiarkan, ini akan menjadi preseden buruk bagi pengelolaan keuangan daerah,” tegas Ersan.

  • Ardito Wijaya Pimpinan Apel Mingguan

    Lampung Tengah:harianexposegelobal.com-Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya menjadi pembina apel di Lingkup Sekertariat Daerah pada hari Senin, 23 Juni 2025. Turut hadir dalam kesempatan tersebut Asisten, Staf Ahli, Kepala Perangkat Daerah, Eselon 3 & 4 , Staf serta PTHL.

    Ardito Wijaya dalam amanatnya menekankan beberapa hal diantaranya sebagai pelayan masyarakat ASN untuk dapat maksimal dalam melaksanakan tugas dan kewajiban. Dalam berperilaku sehari-hari kita dihimbau untuk berkontribusi dalam perilaku yang positif. Sebagai Bupati, dirinya mengajak seluruh peserta apel untuk dapat menegakkan nilai-nilai kebaikan dalam tindakan seperti kejujuran, bertanggung jawab, menjaga nama baik pribadi dan instansi, serta berusaha menjadi pribadi yg berguna bagi sesama.

    Dengan begitu, kelak kita akan meninggalkan kebaikan dimana pun berada. Ardito juga berpesan pula untuk terus melayani masyarakat dengan sepenuh hati sehingga masyarakat merasakan akan kehadiran pemkab ditengah tengah mereka.(Red)

  • Polres Lampung Tengah Gelar Patroli Gabungan, Puluhan Sepeda Motor Balap Liar Diamankan

    Lampung Tengah–harianexposegelobal.com- Polres Lampung Tengah menggelar patroli gabungan skala besar dalam rangka Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) guna mengantisipasi potensi gangguan Kamtibmas, terutama aksi balap liar dan premanisme.

    Kegiatan yang berlangsung pada pada Sabtu malam, (22/06/2025) sekitar pukul 23:30 WIB tersebut, dipimpin oleh Kabag Ops Polres Lampung Tengah, AKP Dedi Kurniawan, S.Pd, dengan melibatkan personel gabungan dari berbagai satuan fungsi dan unsur terkait lainnya.

    Patroli ini menyasar ke sejumlah titik rawan, salah satunya sepanjang Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) kampung Bandar Agung, kecamatan Terusan Nunyai, kabupaten Lampung Tengah yang kerap dijadikan arena balap motor liar oleh sekelompok pemuda.

    Dalam patroli gabungan tersebut, Polisi pun berhasil mengamankan 59 Unit sepeda motor dan mendata puluhan orang pemuda yang diduga terlibat dalam aksi balap liar.

    “Demi memberikan efek jera, para remaja yang terjaring dilakukan pembinaan langsung di lokasi,” kata Kabag Ops, AKP Dedi Kurniawan mewakili Kapolres Lampung Tengah, Polda Lampung AKBP Alsyahendra, S.I.K., M.H saat di konfirmasi.

    Karena tidak dapat menunjukkan surat-surat kendaraan, lanjut Kabag Ops, seluruh sepeda motor tersebut kini diamankan di Mapolres Lampung Tengah untuk pemeriksaan lebih lanjut.

    “Seluruh kendaraan tersebut kini diamankan di Mapolres Lampung Tengah untuk pendataan dan pengecekan kelengkapan dokumen lebih lanjut,” ujarnya.

    Kabag Ops juga menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan upaya preventif pihak Kepolisian, dalam menjaga situasi Kamtibmas agar tetap aman dan kondusif di wilayah hukum Polres Lampung Tengah.

    “Kami tidak akan mentolerir segala bentuk kegiatan yang dapat membahayakan keselamatan masyarakat. Balap liar tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga membahayakan nyawa,” tegas AKP Dedi.

    Kabag Ops Polres Lampung Tengah tersebut, mengimbau kepada para orang tua agar lebih ketat dalam mengawasi pergaulan anak-anaknya, guna mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

    “Bagi masyarakat atau orang tua yang merasa kendaraannya diamankan, silakan datang ke Mapolres Lampung Tengah dengan membawa surat-surat kelengkapan kendaraan,” tandasnya.

    Sumber: Humas_LT

  • Ribuan Masyarakat Tumpah Ruah Hadiri Pembukaan RECAKA Festival Musik Tradisi Indonesia 2025

    Lampung Tengah:harianexposegelobal.com:
    Kegiatan ini dibuka pada Jumat malam (20/6/25) dan dibuka langsung oleh Wakil Menteri Kebudayaan RI, Giring Ganesha, didampingi Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya, Direktur Direktorat Film, Musik, dan Seni, Abdullah Agam.

    Dalam laporannya, Ketua Panitia RECAKA, Diantori, menjelaskan, bahwa RECAKA Festival Musik Tradisi Indonesia 2025 merupakan kegiatan seni-budaya berskala nasional yang diselenggarakan untuk merayakan, memelihara, dan mengembangkan kekayaan musik tradisional Nusantara.
    “Festival ini dilaksanakan berkat fasilitasi dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah, dan didukung oleh Yayasan Murni Budaya Lampung,” ujarnya.

    “Kegiatan ini diikuti 27 penampil yang berasal dari 6 provinsi, 2 negara dan puluhan komunitas tradisi di Lampung Tengah. Selain itu, adaokakarya musik tradisi dengan tema “Sound of diversiity”, pameran organologi serta bazar UMKM,” bebernya.

    Sementara itu, Wamen Giring Ganesha, dihadapan ribuan penonton menyampaikan pesan kuat tentang pentingnya menjaga musik tradisi sebagai sumber identitas dan kekuatan kreatif bangsa.

    “Kami mengajak semua pihak, pemerintah, masyarakat, pelaku seni, dunia pendidikan, dan swasta, untuk terus bersinergi menjaga nyala tradisi Indonesia. Mari kita jadikan budaya bukan hanya sebagai peninggalan, tetapi sebagai masa depan bersama,” tuturnya berapi-api.

    Wamen Giring juga sempat menyanyikan lagu Laskar Pelangi sebelum akhirnya membuka resmi dengan pemukulan canang dan penyerahan plakat kepada perwakilan peserta.(Red)