MEG,Jakarta: Ketua Harian DPP Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, memastikan, hubungan Presiden Prabowo Subianto dan Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, harmonis. Ini disampaikan Dasco merespons pernyataan Megawati Soekarnoputri, yang menyinggung hubungan baiknya dengan Prabowo.
Menurut Dasco, komunikasi antara Megawati dan Prabowo berjalan baik. Meskipun, itu dilakukan melalui perwakilan masing-masing.
“Komunikasi memang berjalan baik, walaupun lewat perwakilan, selama ini tidak ada masalah,” kata Dasco dikutip Senin (13/1/2025). Namun, Dasco menyebut, hingga kini belum ada kepastian apakah PDIP akan bergabung dalam pemerintahan Prabowo.
“Kami juga tidak tahu, karena PDIP belum deklarasi (bergabung),” ujarnya. Namun demikian, Dasco menambahkan, bahwa keputusan akhir, sepenuhnya berada di tangan Prabowo Subianto.
Diketahui, PDIP saat ini merupakan satu-satunya partai di Parlemen DPR yang berada di luar pemerintahan. Sebelumnya, Ketua DPP PDIP, Puan Maharani menyatakan bahwa hubungan antara Megawati dan Prabowo tetap berjalan baik.
“Hubungan itu tetap berjalan baik. (Soal gabung pemerintah) Kita lihat nanti setelah kongres,” ucap Puan usai peringatan HUT PDIP di Jakarta, Jumat (12/1/2025). Kongres PDIP, yang akan digelar pada April 2025, diyakini menjadi momen penting untuk menentukan arah politik partai banteng.
Termasuk, kemungkinan kerja sama dengan pemerintahan Prabowo. Dalam pidatonya pada HUT PDIP, Megawati menyentil cerita tentang komunikasi strategisnya dengan Prabowo.
Ia menegaskan bahwa dirinya tidak perlu selalu bertemu langsung untuk menjaga komunikasi. Menurutnya, yang terpenting komunikasi berjalan dengan baik meskipun melalui perantara.
“Kalau aku perlu situ (Prabowo), kan nggak perlu ketemu kok. Aku bisa milih orang, pesannya sampai, itu namanya strategi politik,” kata Megawati.
Selanjutnya, Megawati juga mengingat masa ketika dirinya dan Prabowo berpasangan pada Pilpres 2009 silam. Salah satu momen yang dikenang adalah ketika keduanya memasak nasi goreng bersama di kediaman Megawati saat masa tenang menjelang pencoblosan.
Cerita itu, menurut Megawati, menjadi bagian dari dinamika hubungan politik yang unik dengan Prabowo. Yang terpenting, baik bagi Megawati maupun Prabowo sama-sama terbuka untuk menjaga komunikasi.